oleh

Heboh di Medsos Pimpinan Ponpes Meninggal karena Dianiaya, Kapolsek: Itu Hoaks

POSKOTA.CO – Dunia maya melalui group WA heboh menyusul beredarnya informasi, adanya penganiayaan terhadap seorang pemuka agama.

Kapolsek Babakan Madang Polres Bogor, Kompol Silfia Sukma Rosa langsung sigap.  Ia lalu menelusuri kabar dugaan penganiayaan seorang Ustad yang meninggal dunia ini.

Kompol Silfia mengatakan, setelah adanya berita pada media sosial terkait meninggalnya seorang tokoh pimpinan Pondok Pesantren karena dugaan penganiayaan, dirinya langsung melakukan penelusuran.

Menurut Kapolsek, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Rodotul Barokah yang berlokasi di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor dikabarkan meninggal dunia karena dugaan penganiayaan yang dialaminya.

Setelah mendengar kabar tersebut, selaku Kapolsek Babakan Madang, ia bersama anggota mendatangi Ponpes untuk melakukan penelusuran informasi sebab meninggalnya tokoh Pimpinan Pondok Pesantren tersebut.

“Ada kabar meninggal dunia seorang Pimpinan Pondok Pesantren karena dugaan tindak pidana penganiayaan. Kami langsung bergegas mengecek kebenaran informasi tersebut,”kata Kompol Silfia  Rabu (16/9/2020).

Dari hasil kroscek yang dilakukan bersama dengan Kasat Intel dengan disaksikan keluarga, istri, RT, RW dan warga setempat, bahwa kematian K.H Abdul Kohar bukan dikarenakan tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan, melainkan karena penyakit komplikasi dan ginjal yang dideritanya.

“Almarhum berdasarkan keterangan keluarga,  sempat terjatuh di dalam kamar mandi,” ujar Kapolsek Babakan Madang.

Menyikapi kabar hoax ini, Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy meminta dan menghimbau kepada warga masyarakat, agar jangan mudah percaya dan terprovokasi dengan adanya berita yang belum tentu kebenarannya.

Kapolres Bogor meminta masyarakat,  agar melakukan pengecekan guna didapat kebenaran informasi yang didapat.

Ia juga meminta, agar masyarakat jangan menabar kabar hoax yang mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat.

“Bersama Muspika dan Polsek setempat sudah melakukan tabayyun ke alamat Ponpes.  Kabar yang benar, sakit dan bukan penganiayaan,” tegas AKBP Roland (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *