oleh

28 Kali Beraksi Curi Kendaraan, Ketika Ditangkap Melawan Didor Lah

POSKOTA.CO – Setelah 28 kali beraksi jadi pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) akhirnya N,38, warga Lampung Timur harus meregang nyawa saat petugas dari Tim Gabungan Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mencoba melakukan penyergapan di Way Jepara, Lampung Timur pada Selasa (25/05) dini hari.

Walaupun petugas memberikan peringatan tidak digubria pelak, terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan, lantaran pelaku yang memberikan perlawanan pada saat akan dilakukan penangkapan.

Wadir Kriminal Umum Polda Lampung AKBP Ardian Indra Nurinta membenarkan hal tersebut, pihaknya menerangkan bahwa tersangka bersama dengan komplotannya sering beraksi di wilayah Candipuro 14 kali, 12 kali di wialyah Lampung Timur dan 2 kali di Bandarlampung.

“komplotan ini sudah beraksi di 28 lokasi (TKP) berbeda yakni 14 lokasi di Lamsel, 12 Lamtim dan 2 lokasi di Bandar Lampung,” ujar Wadirkrimum saat ekspos Selasa (25/05/2021)di Rumkit Bhayangkara

Pelaku sempat dibawa ke unit fasilitas kesehatan terdekat, namun naas nyawanya sudah tak tertolong, lalu di evakuasi ke RS Bhayangkara Polda Lampung. Diketahui, tersangka berinisial (N), warga Desa Negara Saka, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur.

“Dari hasil penangkapan pelaku N polisi menyita barang bukti berupa kunci Leter beserta dua buah mata kunci, senpira dan juga satu paket kecil yang diduga sabu pada saat akan dilakukan visum,” ujar Indra.

Pihaknya mengungkapkan, penangkapan pelaku merupakan hasil pengembangan, yang sebelumnya sudah dilakukan penangkapan terhadap Y dan A, keduanya berkomplot dengan N dalam melakukan aksi curanmor.

Dari tangan Y dan A, Polisi menyita barang bukti berupa senjata api rakitan dan tiga butir amunisi. Kepada Polisi, Y dan A membeberkan peranan N dalam komplotan aksi curanmor ini

AKBP Indra mengatakan, kasus ini masih terus dikembangkan, karena tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya. “kalau mengaku beriman, bisa menciptakan rasa aman,” seraya menghimbau masyarakat untuk sama sama menjaga keamanan dilingkungannya. (Koesma)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *