taher 22/05/2014
Kapolri Sutarman
Kapolri Sutarman

POSKOTA.CO – Sejumlah warga Bengkulu mengaku lega dengan pernyataan Kapolri Jenderal Pol Sutarman akan mengusut kasus perampokan toko emas di Kota Bengkulu.

Meski pernyataan Kapolri indikasinya mengaitkan dengan jaringan teroris, namun warga lebih mementingkan penangkapan para penjahat dan memberikan hukuman setimpal guna menjadikan Bengkulu daerah yang aman dan nyaman.

“Bagi kami yang penting kota ini aman dan nyaman. Sebab, banyak keluarga dari luar Bengkulu merasa was was kalau ingin ke sini. Apalagi melalui jalan darat melintasi perbatasan dengan Sumsel,” kata Mustiko, warga Kota Bengkulu.

Karena itu, lanjut dia, dengan kedatangan Kapolri secara mendadak ke Bengkulu walau terkait evaluasi pengamanan pemilu serta kesiapan pengamanan pilpres namun cukup memberikan “angin segar” bagi keamanan.

“Setidaknya para pelaku kejahatan akan mikir karena Kapolri pernah datang dan pasti bawahannya di daerah ini akan lebih meningkatkan keamanan,” kata dia.

Pada kunjungan mendadak ke Bengkulu, Selasa (20/5), Kapolri mengatakan pihaknya akan menganalisis dugaan keterkaitan jaringan teroris dengan perampokan toko emas di Bengkulu.

“Seperti perampokan toko emas, itu saya minta analisa apakah ada keterkaitan dengan kejahatan lain seperti terosis, karena kita bisa menutup sebagian aliran dana yang ditransfer dari luar negeri, namun teroris mencari dana di dalam negeri termasuk di dalamnya melakukan perampokan,” kata dia.

Hal itu menurut dia, tidak menutup kemungkinan karena kejahatan serupa juga pernah terjadi dan pelaku kejahatan terkait dengan jaringan teroris.

“Seperti perampokan di Jakarta dulu, perampokan toko emas Tambora, dan beberapa daerah lain itu terkait dengan teroris, dan itu menjadi tanggung jawab kita untuk mengungkapnya,” kata Kapolri.

Dia mengatakan pengusutan tuntas kasus perampokan toko emas di Bengkulu itu merupakan bentuk tanggung jawab Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Sebelumnya, pada 17/4 Kawanan perampok bersenjata api membawa kabur sebanyak 12 kilogram emas dari Toko Asia yang berlokasi di Jalan KZ Abidin, pusat perbelanjaan Kota Bengkulu pada pukul 9.50 WIB.

“Kami perkirakan jumlah pelaku sebanyak empat orang bersenjata api, mereka menggunakan kendaraan roda dua ke tempat kejadian perkara,” kata Kapolresta Bengkulu, AKBP Iksantyo Bagus Pramono.

Dari rekaman CCTV Toko Emas Asia itu, terlihat pelaku menggunakan jaket, memakai sarung tangan serta menggunakan helm penutup kepala untuk menyamarkan identitas diri.

Salah satu dari pelaku melepaskan tiga kali tembakan ke etalase dan meraup emas yang dipajang beserta uang yang berada di dalam etalase.

Usai mengambil semua emas yang terpajang di toko itu, perampok tersebut melarikan diri menggunakan dua buah motor, Rx King dan Mega Pro.

Pada Rabu (7/5) salah satu tersangka yang terlibat perampokan tersebut, Moris, yang teregistrasi sebagai warga Sekayu Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, tewas dalam penyergapan Polda Riau di Pekanbaru.

“Iya, kemarin anggota Satuan Reskrim ke Palembang untuk mengejar pelaku penbunuhan sopir angkot dan juga pembunuhan di Pasar Panorama, Bengkulu. Setelah itu, anggota langsung berangkat ke Riau untuk melakukan koordinasi. Hasilnya, para tersangka yang ditangkap itu, mengaku kalau rekan mereka yang tewas ditembak itu, juga ikut beraksi merampok toko emas di Bengkulu,” kata Kapolres.

Kapolres mengatakan, pihaknya telah mengirimkan pihak Sat Reskrim Polres Kota Bengkulu berkoordinasi dengan Polda Riau menindaklanjuti dugaan tersangka perampokan toko emas di Kota Bengkulu yang tertangkap di Riau.

Sementara itu, aksi perampokan juga pernah terjadi di rumah Kacab Bank Danamon Bengkulu pada Senin (4/11/13).

Aksi itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat rumah tersebut hanya dihuni pembantu Yanna Viki (25).

Penuturan pembantu rumah itu, dua orang pria mendatangi rumah di Jalan Putri Gading Cempaka Nomor 1 RT 06 RW 06 Kelurahan Penurunan Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu dengan normal.

“Mereka datang dengan baik-baik, mengakunya disuruh pemilik rumah untuk mengukur luas tanah rumah,” katanya.

Tanpa curiga, pembantu rumah tangga mempersilahkan kedua orang itu masuk ke rumah dan setelah melihat kondisi aman, mereka langsung beraksi.

Barang berharga yang dicuri antara lain tiga buah jam tangan yakni satu jam tangan berlapis emas 24 karat seberat 30 gram, dan dua jam buatan luar negeri.

Tidak hanya itu, perampok juga mengambil uang tunai sebesar Rp600 ribu dari dalam lemari.

Usai mengambil barang curian tersebut, kedua pelaku langsung ke luar rumah dan melarikan diri.

Kasus perampokan juga terjadi saat pemblokiran jalan lintas Curup – Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (26/11/13) lalu.

Tindak kejahatan yang dilakukan pelaku yakni pembakaran Pos Pol Tabapadang, Kecamatan Binduriang dan sedikitnya ada 16 kasus perampokan serta perampasan kendaraan bermotor.

Sebelumnya Selasa (26/11) lalu terhitung sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB warga Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang melakukan pemblokiran jalan lintas Curup -Lubuklinggau, Provinsi Sumsel. Warga daerah itu tidak menerima kematian dua warga setempat akibat dikeroyok massa saat akan melakukan perampokan nasabah bank di Kota Bengkulu pada Kamis (21/11).

Main Hakim Sendiri Sementara itu, dua pelaku tindak pemerasan di Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu, Kamis (15/5) sekitar pukul 08.00 WIB dihakimi ratusan warga setempat yang kesal terhadap aksi keduanya.

Kedua pelaku tindak pemerasan yang dihakimi ratusan warga Desa Sindang Jati, Kecamatan Sindang Kelingi itu yakni Bidayat (33) warga Desa Sindang Jaya, dan Supriyanto (30) warga Desa Sindang Jati. Kedua pelaku ini nyaris tewas dihajar ratusan warga karena aksi pemerasan yang dilakukan kedua orang ini sudah terjadi berulangkali.

“Aksi massa terhadap kedua pelaku ini terjadi Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, warga sudah kesal dengan kelakuan kedua pelaku ini dan dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat. Mereka kerap melakukan pemerasan kepada warga yang memiliki warung mulai dari Rp100.000 sampai jutaan, dan puncaknya terjadi hari ini saat kesabaran warga habis sehingga terjadilah pengeroyokan terhadap keduanya,” kata Yusuf, Kepala Desa Sindang Jati.

Kedua pelaku pemerasan ini kata dia, sudah diamankan petugas Polres Rejanglebong, untuk pelaku Supriyanto selain mengalami luka lebam di bagian wajah dan mata kiri, luka di bagian kepala serta patah gigi. Sedangkan rekannya Bidayat mengalami luka lebam di bagian wajah dan bagian tubuh lainnya.

Kedua pelaku ini sebelum dibawa ke Mapolres Rejanglebong sempat diamankan petugas dari Polsek Sindang Kelingi, yang datang ke lokasi kejadian sehingga nyawa bisa tertolong dan segera dilarikan ke RSUD Curup.

Kapolres Rejanglebong AKBP Edi Suroso membenarkan adanya kejadian pengeroyokan kedua terduga dalam kasus pemerasan tersebut.

Warga Desa Sindang Jati dan Sindang Jaya Kecamatan Sindang Kelingi, pascapemilu 9 April 2014 lalu diresahkan aksi pemerasan dan meningkatnya tindak kriminalitas oleh kelompok tidak dikenal dan orang-orang yang berasal dari salah satu tim sukses caleg gagal. Akibat aksi ini warga daerah itu sempat mengungsi ke luar desa guna mengamankan diri.

Aksi dua pelaku pemerasan tersebut berasalan dari kekalahan caleg yang didukungnya, dan hal tersebut cukup mengganggu warga.

Karena itu, dengan kehadiran Kapolri ke Bengkulu diharapkan bisa meningkatkan kinerja kepolisian di daerah hingga mencegah hal-hal yang mengarah pada tindakan kriminalitas terutama menjelang, saat dan pascapilpres.

Namun yang paling penting diharapkan warga yakni keamanan dan kenyamanan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari termasuk usahanya tanpa dihantui kekhawatiran adanya aksi pencurian, perampasan dan perampokan.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*