Djoko Waluyo 25/02/2014
Simulasi teroris
Simulasi teroris

POSKOTA.CO – Pimpinan MPR RI dengan Kapolri Jenderal Sutarman dan Densus 88 kembali membahas persoalan terorisme yang tak kunjung reda.

Di antara yang dibahas petinggi Polri, MPR dan Densus 88 ialah mengenai pencegahan yang dapat dilakukan sebagai tindakan preventif terhadap maraknya isu terorisme, terutama di tahun politik menjelang Pemilu 2014.

Kapolri Jenderal Sutarman mengungkapkan, mayoritas aksi terorisme dilakukan atas dasar ajaran agama yang disalahgunakan para teroris dalam melakukan aksi.

“Yang dilakukan kelompok mereka buka pure dari ajaran agama, tapi agama disalahgunakan. Ini jelas bukan kegiatan agama tidak ada ajaran agama yang mengajarkan kekerasan, halal untuk dibunuh dan lain sebagainya,” ujar Sutarman di Gedung MPR RI Senayan, Selasa (25/2).

Dalam hal ini, Kapolri berharap para pemuka agama bisa menyampaikan ajaran yang benar sebagai tindakan deradikalisai terhadap aksi-aksi terorisme.

Namun, saat kepolisian dihadapkan pada aksi terorisme yang memiliki senjata dan membahayakan petugas dan warga sekitar, kepolisian juga tetap melakukan penegakan hukum untuk mencegah jatuhnya korban.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*