Djoko Waluyo 07/05/2014
Kapolri bersama Kapolda Aceh dan Komjen Anang Iskandar Dir BNN mengenakan jas
Kapolri bersama Kapolda Aceh dan Komjen Anang Iskandar Dir BNN mengenakan jas

POSKOTA.CO  – Kapolda Metro Jaya Irjen Dwi Priyatno memutasi 130 personil di jajaran Lantas Polda Metro Jaya menyusul kasus pencopotan Dirlantas Polda Metro Jaya yang diduga ikut menerima uang setoran dari biro jasa.

Dalam Surat Telegram bernomor STR/1063/V/2014 tertanggal 5 Mei 2014 yang mengatur 130 perwira menengah dan perwira menengah itu terselip nama Kompol Leganek Mawardi yang tak lain adalah anak menantu Kapolri Jenderal Pol Sutarman.

Leganek yang semula duduk sebagai Kasat Lantas Polres Tangerang dimutasi sebagai Kanit III Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Apakah artinya ada indikasi Leganek ikut terindikasi menerima uang panas biro jasa?

Kapolda Metro Rabu (7/5/2014) membantah, mantau Kapolri itu teribat. “Tidak ada dugaan itu. Beberapa perwira memang saya mutasi dalam rangka tour of duty dan tour of area guna menambah pengalaman. Sekali lagi tidak ada,” kata Dwi seperti dikutip pada laman beritasatu.

Leganek menikah dengan anak pertama Sutarman, dokter gigi Devina Ekowati. Dari pasangan ini Sutarman mendapatkan tiga orang cucu.

Saat Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendatangi rumah pribadi Sutarman di Bintaro, Tangerang Selatan Oktober tahun lalu dalam proses fit and proper test, soal kemungkinan menantunya melanggar hukum sudah ditanyakan.

Adalah anggota Komisi III Bambang Soesatyo yang saat itu menanyakan bagaimana sikap Sutarman jika kelak menantu dan anaknya (dua anak Sutarman juga polisi) melakukan pelanggaran hukum.

Saat itu Sutarman menjawab hukum harus tegas kepada siapapun meski itu anak sendiri. Orang nomor satu di korps baju coklat ini mengaku sudah mengarahkan dan mengingatkan mereka untuk tidak melanggar hukum.

Seperti diberitakan, Polri akhirnya bertindak menindaklanjuti dugaan suap yang terjadi di lingkungan Lantas Polda Metro Jaya dan Jawa Timur.

Dua orang pimpinan lalulintas di kedua provinsi tersebut dimutasi sebagai tindaklanjut dari operasi oleh pengamanan internal (Paminal) Polri yang menemukan mereka masih saja menerima uang setoran dari biro jasa.(oko/TI)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*