admin 02/02/2014

 Para pengunjung meminta tandatangan Wakapolri Komjen Pol Oegroseno pada peluncuran buku berjudul "Oegroseno Menjadi Polisi Untuk Mengabdi" di Medan, Sumut, Jumat (17/1) malam. Dalam buku yang ditulis Ahmad Bahar dengan tebal 390 halaman tersebut menceritakan kisah perjalanan pengalaman Oegroseno sebagai polisi dalam melaksanakan tugasnya hingga menjadi Wakapolri. (ANTARA)

Para pengunjung meminta tandatangan Wakapolri Komjen Pol Oegroseno pada peluncuran buku berjudul “Oegroseno Menjadi Polisi Untuk Mengabdi” di Medan, Sumut, Jumat (17/1) malam. Dalam buku yang ditulis Ahmad Bahar dengan tebal 390 halaman tersebut menceritakan kisah perjalanan pengalaman Oegroseno sebagai polisi dalam melaksanakan tugasnya hingga menjadi Wakapolri. (ANTARA)
POSKOTA.CO – Wakapolri Komisaris Jenderal Oegroseno tak lama lagi memasuki masa pensiun berpesan, agar jajara POLRI meneladani sifat sesepuh Polri Hoegeng Iman Santoso dan sesepuh TNI Jenderal Sudirman, yang rendah hati hidupnya diabdikan pada masyarakat banyak.

“Keduanya sangat sederhana, patut dicontoh,” tandasnya. Almarhum Pak Hoegeng dan Jenderal Sudirman memiliki pribadi sangat tegas sekaligus sederhana. “Keduanya bukan hanya milik polisi dan angkatan darat, tapi milik kita semua yang wajib dicontoh oleh semua pejabat terlebih oleh institusinya,” tambahnya.

“Contohnya, pernah nggak beliau minta sama Soekarno waktu itu naik tandu waktu gerilya,” ucap Oegroseno.

Keluhuran budi yang dimiliki dua tokoh itu kini jarang dimiliki pejabat publik. Namun, dia tetap optimis ke depan nilai-nilai tersebut harus dijunjung tinggi. “Ada nggak nilai-nilai itu dimiliki bangsa kita. Minta standarnya Volvo, Camry, ada nggak yang minta tandu?” tandasnya.

Kepada wartawan yang bertanya Oegroseno menyatakan, institusinya bakal menjamin karier anggotanya yang sudah selesai menjalani tugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jenderal bintang dua itu memastikan semua polisi yang pernah mengabdi di lembaga antikorupsi juga akan mendapatkan prioritas kenaikan pangkat dan mengisi posisi strategis di kepolisian.

“Bahwa nanti yang di KPK sudah empat tahun,dia juga diperhatikan. Jangan sampai dia tugas di sana terus berhenti. Kecuali yang sudah alih status mau pindah, itu tidak ada masalah. Begitu pangkatnya sudah selesai, semuanya kita berikan prioritas,” tambahnya.

Namun kata Oegroseno, dengan perlakukan ‘khusus’ tersebut diharapkan setiap anggotanya yang selesai menjalankan tugasnya di KPK harus memiliki kredibilitas yang lebih baik serta dapat menjadi panutan bagi polisi lain.

“Seperti sudah ke KPK bagus, kembali ke polisi juga harus lebih bagus dan membawa nilai-nilai yang sudah diserap dari KPK. Supaya polisi yang lain ngikut,” tegasnya.

Oegroseno menegaskan, Polri akan terus melakukan pengembangan kepada setiap individu di kepolisian, terlebih kepada anggotanya yang sudah bertugas di KPK. (djoko)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*