harmono 29/09/2016

POSKOTA.CO – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono perintahkan anggotanya agar tidak tebang pilih dalam melayani masyarakat dan menegakkan hukum. Warga yang ‘bersandal jepit’ pun harus dilayani oleh kepolisian dengan baik.

Hal itu disampaikan Condro Kirono usai serah terima jabatan beberapa pejabat utama Polda Jateng dan kapolres di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Jl Pahlawan, Semarang, Kamis (29/9). Condro menginstruksikan agar tidak ada pilih kasih dalam penanganan pelanggaran hukum.

“Penegakan hukum harus berkeadilan, tidak boleh yang benar disalahkan, yang salah dibenarkan. Harus berkeadilan siapa pun pencari keadilan, baik itu ‘pakai sandal jepit’, ‘pakai celana pendek’. Tidak ada lagi ditolak-tolak, itu masyarakat,” terang mantan Kakorlantas Polri ini.

Selain itu anggotanya juga harus menindak pelanggaran hukum antara lain kasus narkoba, galian C, dan juga harus menjaga toleransi antarumat beragama agar tidak menjadi konflik. Pengamanan pilkada yang akan digelar di beberapa wilayah juga harus diperhatikan.

“Prioritas utama narkoba, kedua untuk menertibkan penambangan liar, galian C tertibkan, jangan coba larut di situ. Ketiga harmonisasi toleransi antarumat beragama harus terus dikembangkan, dirawat. Kebebasan beragama dan berkeyakinan, ini harus dikelola dimediasi, jangan sampai ada konflik sampai ranah terorisme,” kata Condro menegaskan.

Sementara itu, pejabat Polda Jateng yang dilantik hari ini yakni, Kombes Pol Djarod Padakova sebagai kabid humas menggantikan Kombes Pol A Liliek Darmanto, kemudian Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Lukas Akbar menggantikan Kombes Pol Edhy Moestofa.

Kapolrestabes Semarang dijabat Kombes Pol Abiyoso Seno menggantikan Kombes Pol Burhanudin, kemudian Kapolres Salatiga AKBP Hepi Perdana Yudianto menggantikan AKBP Yudo Hermanto. Sedangkan AKBP Yudo menjadi kapolres Cilacap menggantikan AKBP Ulung Sampurna Jaya yang kini menjabat kabag Binkar Biro SDM Polda Jawa Barat. (*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :