Djoko Waluyo 13/03/2014
Dukun Ibrahim sedang melakukan ritual
Dukun Ibrahim sedang melakukan ritual

POSKOTA.CO – Tak hanya di Indonesia, ternyata Negara Malaysia juga ada paranormal. Hanya saja beda menyebutkan, kalau di Indonesia, paranormal identik dengan dukun, kalau di
Negara Jiran disebut Bomoh.
Hilangnya pesawat Malaysia Airlines sejak Sabtu, 8 Maret 2014 masih mengundang spekulasi dari berbagai kalangan.
Ada yang mengatakan, akibat sabotase teroris ada yang mengatakan jatuh ke laut. Namun yang paling beda adalah penerawangan Bomoh (dukun). Menurutnya pesawat yang henbdak ke China itu dikuasai syetan.
Ibrahim Mat Zin, seorang bomoh atau dukun di Malaysia memiliki kepedulian untuk ikut mencari pesawat yang hilang misterius.
Dalam upaya mencari pesawat Ibrahim hanya menggunakan sarana dan prasarana sederhana yaitu air zam-zam, dua buah kelapa hijau, sebuah tongkat untuk membantu berjalan dan karpet.
Disaksikan banyak orang Ibrahim melakukan ritual
di Anjung Tinjau KLIA. “Pesawat dikuasai roh-roh jahat
sehingga anggota tim SAR belum bisa dilihat dengan mata apalagi ditemukan,” katanya kepada wartawan yang mengabadikannya.
Ibrahim mengaku apa yang dilakukan itu berdasarkan keinginannya pribadi, kendati sebelumnya dilaporkan dia diundang oleh salah satu pemimpin top Negeri Jiran.
Kantor berita Bernama melaporkan Ibrahim telah menekuni profesi sebagai dukun selama 50 tahun. Namanya kian populer setelah berhasil bantu menemukan korban dari beberapa kasus kecelakaan besar, salah satunya tragedi Highland Towers.
Mat Zin dalam ritualnya juga membawa alat
perangkap ikan dan teropong bambu. Namun, ia belum mampu memberi petunjuk tentang lokasi pesawat hilang.
Mata batinnya melihat pesawat masih dikuasai roh jahat.
Protes dan kritik dari berbagai pihak tentang apa yang dilakukan tak ditanggapi oleh Ibrahim. Dengan nada rendah, kami berupaya untuk yang terbaik. “Kami punya keyakinan dan cara sendiri, kami pun memohon pada Tuhan,” kilahnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*