Djoko Waluyo 03/04/2014

2a dunia APOSKOTA.CO – Ya Chun pelajar di Tsung Lin University Fo Guang Shan tdk suka dgn dosen pembimbingnya.Ia selalu menolak instruksi dan nasihat gurunya itu.Suatu hari Master Hsing Yun, pimpinan universitas, memanggilnya.

“Dengar-dengar kamu ada masalah dgn dosen pembimbingmu.Apakah yg membuatmu kurang puas terhadap beliau?”Ya Chun tdk melewatkan kesempatan ini, setengah jam lamanya ia mengutarakan kejelekan dosennya. Master Hsing Yun mendengarkan dan tiada hentinya minta dibeberkan fakta kejelekan dosennya dan saran2nya.

Setelah Ya Chun kehabisan ide tentang saran2 perbaikan utk sang dosen, akhirnya Hsing Yun berkata, “Kalau sdh selesai, sekarang ganti saya yg bicara, ya?” Ya Chun manggut2.

Hsing Yun berkata, “Kamu ini adalah org yg berkarakter membedakan hitam putih secara jelas, memandang perbuatan buruk layaknya musuh.”Ya Chun mengangguk dan berkata dgn bangga, “Shifu, Anda benar.

Saya memang org seperti itu!”Hsing Yun melanjutkan, “Kamu tahu, dunia ini adalah dunia yg separuh separuh.Langit separuh, bumi separuh; lelaki separuh, perempuan separuh; bajik separuh, jahat separuh; jernih separuh, keruh separuh.

Sangat disayangkan, apa yg kamu miliki adalah dunia yg tidak utuh.”Ya Chun tercengang sekian saat, lalu bertanya, “Kenapa Shifu mengatakan yg saya miliki adalah dunia yg tdk utuh?”

Master Hsing Yun menjawab, “Karena yg kamu cari adalah kesempurnaan, hanya bisa menerima sisi sempurna yg hanya separuh saja, tdk bisa menerima ketidak sempurnaan yg merupakan sisi separuhnya lagi.

Oleh karena  itu, yg kamu miliki adalah dunia yg tdk utuh, tdk akan pernah menjadi bulat utuh.”Ya Chun seketika itu juga merasa limbung, tak tahu hrs bagaimana.Ia lalu bertanya,“Lantas, saya harus bagaimana?” Master Hsing Yun dgn welas asih menjawab, “Belajar toleran terhadap dunia yg tdk sempurna, maka kamu akan memiliki sebuah dunia yg utuh.” — Handaka Tania

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*