Djoko Waluyo 26/04/2014

27Dangdut in America APOSKOTA.CO – MUSIK dangdut khas Indonesia semakin popular di Amerika Serikat. Ini ditandai dengan kegiatan audisi penyanyi dangdut bertajuk Dangdut In America di negeri Paman Sam, yang berlangsung unik.

Selain ‘Raja Dangdut’ Rhoma Irama yang pernah memperkenalkan dangdut di Amerika, ada beberapa artis lain yang kini aktif memasarkan dangdut di sana. Boleh dikatakan dangdut yang pernah masuk katori ‘kampungan’ itu berhasil menapak ke tingkat internasional dalam hal penggemar.

Abdul Wali, tampak tersenyum senang ketika Ani Hartini, salah satu juri kompetisi Dangdut In Amerika memujinya karena mampu mengikuti cengkokan nada suara dangdut Melayu yang dilantunkan oleh Ani.

“You are great”, kata Ani yang mantan vokalis grup dangdut, Ken Dedes. “I wish I could be in the final”, ujar Abdul, warga Amerika yang pernah lolos audisi program American Idol.

Abdul adalah salah satu penyanyi dari sekitar 50 peserta audisi Dangdut In America yang digelar di kota New York, Philadelphia, Washington DC dan Wilmington (Delaware).

Mereka datang dari berbagai latar belakang dan profesi, mulai dari Mahasiswa, Penyanyi Hip-hop, Sementara, Sania, penyanyi Indonesia yang juga menjadi juri memuji Freddy Kim, mahasiswa keturunan Korea yang mampu menyanyikan lagu-lagu bernada tinggi.

“Fredy, you have a great talent. Have you heard about Dangdut before?”, tanya Sania. “No, but I would like to learn”, jawab Fredy sambil tersenyum. Sania juga beberapakali naik panggung mengajak peserta untuk bergoyang dangdut.

“Saya salut usaha mereka menyanyi dangdut, keren banget”, tambah Sania.

Inilah suasana Audisi Dangdut In America yang berlangsung selama bulan April di pantai Timur Amerika Serikat. Dangdut In America adalah sebuah ajang kompetisi menyanyi untuk mencari penyanyi Dangdut asal Amerika.

“Amerika dikenal mempunyai berbagai genre musik, seperti Hip-hop, Jazz, Blues dan Country. Lalu muncul pengaruh musik dari Latin dari negara-negara Mexico, Brazil dan Argentina. Kini giliran musik Dangdut dari Indonesia yang akan tampil di Amerika”, ujar Rissa Asnan, promoter dan produser musik dari NSR Entertainment di Delaware yang mempunyai ide kompetisi ini sejak tahun 2007.

Konsep Dangdut In America ini pernah mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia atau MURI. Termasuk dengan dirilisnya album Dangdut In America pertama dengan penyanyi Arreal Tillghman. Selain Sania dan Ani, juri lainnya adalah Catherine Short de Arce, penyanyi opera dan pengajar musik terkenal dari Delaware yang sedang mendalami musik dangdut. Juga Rissa Asnan sendiri.

Rencananya, kompetisi ini akan digarap menjadi program acara televisi dengan format reality show, berdurasi 60 menit dan ditayangkan di stasiun televisi nasional, mulai 27 April 2014 di TVRI, pukul 20.00 s/d 21.00 WIB.

“Ini adalah program yang unik dan menarik. Belum pernah ada distasiun televise manapun. TVRI mendukung program ini agar musik dangdut semakin dikenal di Amerika”, ungkat Tuty Purwaningsih, Programmer Kerjasama Produksi dan Siaran Luar Negeri TVRI.

Sedangkan untuk produksi televisi, dilaksanakan oleh team Voice Of America (VOA) Indonesia yang sering memproduksi berbagai program Pop-Culture untuk stasiun televisi Indonesia, dengan Sutradara, Naratama.

“Ini tantangan baru dan seru, menyutradarai program musik dangdut dengan penyanyi orang-orang Amerika yang tidak mengerti bahasa Indonesia. Kita akan menggunakan desain produksi serealitis mungkin, tanpa ada rekayasa”, kata Naratama’ “Kita syuting dengan sistem Multikamera. Dan tantangan yang paling berat, menjelaskan apa itu musik dangdut kepada para peserta Amerika”, ujarnya. (mam)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*