Djoko Waluyo 01/04/2014
 Mari Elka Pangestu
Mari Elka Pangestu

POSKOTA.CO – Pada 30 Maret 2014 bertepatan dengan Hari Film Nasional ke-64. Momentum ini harus menjadi refleksi seluruh insan perfilman tentang apa yang telah dicapai selama 64 tahun.

“Ini bukan sekadar perayaan yang dilakukan terus menerus, tapi harus jadi momentum untuk menjadi refleksi apa yang kita telah capai selama 64 tahun,” ujar Mari Elka Pangestu dalam jumpa pers peringatan Hari Film Nasional, Rabu (26/3/2014), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Iamengatakan, Hari Film Nasional juga harus dijadikan sebagai dasar untuk memperbaiki berbagai aspek dalam perfilman. Dan yang tak kalah penting adalah membangkitkan apresiasi dan kebanggaan penonton terhadap film Indonesia.

“Kita harus mengampanyekan bagaimana kita bangga dan 100 persen cinta film Indonesia,” kata Mari.

Mari menilai, dari segi kuantitas, film Indonesia telah mengalami banyak kemajuan, terutama di era pasca reformasi. Pada tahun 2013 lalu jumlah produksi film layar lebar Indonesia bahkan mencapai106 judul film. Jumlah itu merupakan yang tertinggi selamaini.

Menurut data Badan Pusat Statistik, bersama video dan fotografi, kontribusi industri film terhadap pembentukan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) juga mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.

Tahun 2013 lalu, bidang usaha industri film, video dan fotografi memberikan kontribusi sebesar Rp 8,4 triliun atau naik sekitar 13,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya sekitarRp 7,4 triliun.

“Tapi PR (pekerjaanrumah) kita sekarang adalah pengembangan industry kita, baik dari segi kualitas, tema, kemunculan sineas muda (regenerasi) dan meningkatkan apresiasi penonton,” ungkap Mari.

Dengan begitu kekuatan film sebagai cultural diplomacy dapat dimaksimalkan.

“Juga peran film dalam meningkatkan pariwisata. Contohnya dari film Laskar Pelangi yang berhasil mengangkat potensi tempat, inspirasi danmotivasi daerah,” ujar Mari.

Dalam menyambut Hari Film Nasional tahun ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) danBadanPerfilman Indonesia (BPI) akan menggelar serangkaian kegiatan dengan mengusung tema “Bangga Film Indonesia”.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*