oleh

Alasse Coffee Hadir di Tengah ‘Hutan’ Megamendung, Didi: ‘Resto Outdoor Digemari Masyarakat’

POSKOTA.CO –   Di tengah suasana pandemi Covid-19 yang kini masih melanda dunia termasuk Indonesia, tentunya sangat berdampak pada berbagai sektor usaha. Namun, demikian usaha yang masih banyak digandrungi masyarakat terutama kalangan millennial, adalah cafe kopi.

Adalah Alasse Coffee yang hadir dalam konsep dan suasana berbeda.  Ditambah udara yang sejuk dan rimbunnya pepohonan, dipadukan dengan ornamen dan desain kafe yang menarik, membuat  Alasse Coffee, Kitchen & Gallery yang berlokasi di Jalan Pasir Angin No 124, kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat  ini banyak dikunjungi keluarga terutama anak muda.

Layaknya  ngopi di  “Tengah Hutan” sambil diiringi suara gemericik air yang berasal dari kolam ikan, tempat ini menjadikan kedamaian tersendiri. Belum lagi banyak spot foto yang instagramable dan di hari hari tertentu, pengunjung juga dihibur dengan hadirnya live music. Begitulah suasana resto yang mulai dibuka sejak Agustus 2020 tahun lalu ini.

Didi Supriyanto,SH,M.Hum, pemilik Alasse Coffee mengaku tetap nekat membuka usaha tersebut meski dalam kondisi pandemi. Pasalnya, Didi yang juga berprofesi sebagai advokat  punya konsep dan pola yang berbeda dari yang lain.

Didi Supriyanto,SH,M.Hum, tengah menikmati suasana sejuk di Alasse Coffee (bw)

“Ya, memang, awalnya sulit, tapi saya sekarang sudah mendapatkan pola dalam mengembangkan kafe ini. Saya, kan masuk ke usaha ini pas lagi pandemi.  Awalnya, semua orang meragukan langkah saya. Gila lu, restoran pada tutup, lu justru buka restoran,” ucap Didi. Nah, tentunya, tambah Didi  yang ikut membidani lahirnya Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) ini, dirinya punya konsep lain, yakni buka resto yang outdoor.

Diakuinya, memang masyarakat sudah jenuh. Bayangkan kalau satu tahun lebih berdiam di rumah. Tentunya mereka ingin keluar, mencari tempat yang aman, nyaman, tapi sekaligus bisa sambil makan. “Nah, di Alasse Coffee inilah tempatnya,” tambah Didi sambil menambahkan di tempatnya itu juga menyediakan gallery kerajinan dan pembuatan keramik serta bagi pengunjung yang berminat dapat membeli sebagai buah tangan.

Bisnis kafe memang sangat menjajikan dan pasarnya selalu ada dan besar. Pencinta dan penikmat kopi jumlahnya sangat banyak dan terus bertumbuh. “ Nah, Alasse menyediakan tempat yang representatif dengan cita rasa maksimal, tetapi harga kita bersahabat,” jelasnya.

Dengan style seperti ini menjadikan  Alasse Coffee tak pernah sepi pengunjung. Di akhir pekan atau hari hari libur, tempat ini didatangi para keluarga dan komunitas . Di hari hari biasa, sore menjelang malam, yang datang kalangan anak muda. Sekitar 40 persen pengunjungnya berasal dari Jakarta. Tak heran jika omzet Alasse setiap bulannya mencapai rata-rata Rp 200 juta.

Melakukan Ekspansi

Dengan berkembangnya usaha tersebut, mantan Anggota DPR Fraksi PDIP 1999-2004 ini akan melakukan ekspansinya membuka usaha dan nama yang sama di beberapa daerah seperti di Tawangmangu, Jawa Tengah, dan Kawasan Ubud, Bali serta Serang.

“Ya, karena pasar pencinta kopi terus bertambah, maka selain di Megamendung, Bogor, Setiabudi, Jakarta dan Depok, Jawa Barat, dalam waktu dekat Alasse akan hadir di Tawangmangu, Jawa Tengah, dan Kawasan Ubud, Bali. Alasse juga berencana membuka cabangnya di Kota Serang, Propinsi Banten,” katanya.

Tak pelak kalau usaha kafe ini bakal maju dan sangat tergantung dari variasi dan cita rasa menu yang tersaji. “Saya selalu cerewet soal produk. Cita rasa semua produk kita tidak boleh kalah dengan dengan bintang lima. Makanya rasa kopi ini, saya berani diadu dengan kopi dari kafe kafe terkenal,” katanya.

Memang, di Alasse yang artinya dalam bahasa Jawa, itu adalah ‘hutannya’, tidak sekedar mencecap rasa enaknya Kopi Baileys, tetapi juga layanan yang ramah dan alam yang teduh.

Monggo yang mau datang. Kami selalu menunggu,” pungkasnya. (Hr. Budhi Wicaksono)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *