TUNTUTAN BELUM DISEPAKATI, PEKERJA JICT BAKAL GELAR MOGOK KERJA – Poskota.co

TUNTUTAN BELUM DISEPAKATI, PEKERJA JICT BAKAL GELAR MOGOK KERJA

POSKOTA.CO – Serikat Pekerja (SP) PT Jakarta International Container Terminal (JICT) telah mengeluarkan surat pemberitahuan yang ditujukan kepada Direksi PT JICT dan Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jakarta Utara, dengan 19 tembusan, bahwa SP JICT akan mogok kerja selama seminggu terhitung mulai 3 Agustus hingga 10 Agustus 2017.

Surat tersebut menyatakan, sehubungan dengan tidak adanya kesepakatan mengenai implementasi Risalah Perundingan 9 Mei 2017 (Risalah Rapat 9 Mei 2017), di mana dalam hal ini Direksi PT JICT selaku pengusaha secara sepihak tidak melaksanakan segala komitmennya.

Padahal Risalah Rapat 9 Mei 2017 merupakan kesepakatan perdamaian atas rencana mogok SP JICT sebelumnya, maka SP JICT akan melaksanakan aksi industrial mogok kerja sebagai bagian hak pekerja sebagaimana diatur dan dilindungi dalam Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Surat nomor SMICTRBT/136N11/2017 tertanggal 21 Juli 2017 sebagai pemberitahuan mogok kerja pada Kamis 3 Agustus 2017 (mulai pukul 07.00 WIB) sampai dengan Kamis 10 Agustus 2017 (pukul 23.59 WIB), ditandatangani Ketua SP JICT Nova Sofyan Hakim sebagai penanggung jawab dan Sekjen M Firmansyah Sukardiman.

Selain ingkarnya pengusaha dalam implementasi Risalah 9 Mei 2017 dengan tidak melaksanakan pembayaran bonus tahunan 2016 yang dibayarkan 2017 kepada pekerja sesuai perjanjian kerja bersama (PKB) dan atau kesepakatan.

“Aksi mogok kerja juga didasari oleh pembayaran rental cost/fee perpanjangan konsesi JICT yang belum sah secara hukum, tetapi tetap dilakukan oleh pengusaha, sehingga mengakibatkan pengusaha tidak memberikan hak pekerja sesuai PKB dan atau kesepakatan serta mengakibatkan turunnya kesejahteraan pekerja,” ujar Nova, Selasa (25/7). (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)