DEMO NEKO-NEKO, BERHADAPAN DENGAN TNI – POLRI – Poskota.co
Wednesday, September 20

DEMO NEKO-NEKO, BERHADAPAN DENGAN TNI – POLRI

POSKOTA.CO – Demo silakan, itu hak menyampaikan pendapat. Tapi jangan neko-neko, kalau merusak ya harus berhadapan dengan prajurit TNI dan Polri. Peringatan itu disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menanggapi aksi unjuk rasa serentak yang rencananya akan kembali digelar pada 2 Desember 2016 mendatang.

Kepada awak media usai acara “Istighosah dan Doa Keselamatan Bangsa” di Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo, Medan, Sabtu (19/11/2016), aksi demo harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ditegaskan Gatot, prajuritnya tetap siap untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari semua ancaman. Hal ini dikatakannya Jenderal berbintang empat karena saat ini muncul berbagai upaya yang mencoba mengganggu kedaulatan NKRI.

Namun, ia yakin, dengan kebersamaan seluruh elemen bangsa, gangguan tersebut tidak akan mengganggu kedaulatan Republik Indonesia. “Prajurit saya siap berjihad mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 bersama seluruh komponen masyarakat. Kita bersama tidak ada yang ditakuti,” tutur Gatot.

Bagi prajurit TNI, lanjut dia, NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 masih menjadi harga yang harus dipertahankan. Mereka siap jika harus mengorbankan nyawa mereka sendiri.

Sementara itu, usai doa bersama, Panglima TNI memberikan kuliah umum di Gedung MICC di Jalan Gagak Hitam, Medan. Kegiatan ini dihadiri ribuan mahasiswa-mahasiswi dari universitas di Medan. Dalam kuliah umum ini, Panglima TNI memberikan materi tentang kebhinekaan dan membahas tentang kemerdekaan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.