oleh

Kupat Sate Blengong Bikin Kita Terbengong-bengong

Brebes -Memanjakan lidah setelah sebulan lamanya berpuasa hukumnya kudu atau wajib bagi sebagian orang. Tak mengherankan sejumlah tempat kuliner berbondong -bondong orang mendatanginya untuk sekedar icip-icip.
Bagi pemudik khususnya warga Brebes rasanya kurang afdol kalau tidak merasakan nikmatnya masakan kupat sate blengong. Masakan ini berupa ketupat daun dengan sayur santan yang agak encer dengan lauk sate daging blengong yang panjang tusukannya hampir setengah.
Blengong adalah sejenis unggas persilangan antara entog dan bebek yang memiliki bulu khas warna hitam pekat. Untuk rasanya hmm makjleb banget dah.
Di Brebes ini banyak dijumpai rumah makan kupat sate blengong terutama di seputaran Alun Alun Kabupaten Brebes yang terletak di Jalan Raya Diponegoro. Mereka menjajakan dagangannya dengan lesehan. Pengunjung menyantap makanannya dengan duduk lesehan beralaskan tikar. Ada sekitar enam orang menjajakan masakan khas Brebes di tempat ini.
Namun ada juga yang menjajakan makanan ini di beberapa sudut jalan. Salah satu penjual kupat sate blengong yang cukup masyur sejak puluhan tahun lalu yakni Kupat Sate Blengong Pak Rajak yang terletak di Jalan Hasyim Ashari, Brebes. Orang lebih mengenalnya dengan perapatan Islamic Center karena tempatnya tal jauh dari Islamic Center.
Kios Pak Rajak ini bentuknya sederhana sekali. Jangankan ruangan ber AC. Kipas angin pun tak ada. Hanya berdinding papan dan letaknya di atas saluran irigasi. Namun pengunjung betah berlama lama untuk menyantap makanan kupat blengong yang rasanya aduhai. Pokoknya kalau sudah nyantap kupat blengong kita bisa dibuatnya terbengong bengong dengan citra rasanya.
Saat ini kupat sate blengong Pak Rajak diteruskan oleh ketiga anaknya. Salah satunya Anwar.
“Sejak bapak meninggal beberapa tahun lalu saya dan dua saudara kandung saya yang meneruskan usahanya,” buka Anwar (30) membuka obrolan dengan Poskotaonline.com, Jumat (12/4/2024) sore
Anwar menceritakan dirinya belajar intensif selama dua bulan meracik bumbu masakannya. ‘lumayan lamalah baru bisa menyamakan masakan racikan seperti bapak,” jelasnya.
Agar rejekinya mengalir merata ke dua saudaranya Anwar membagi dalam shif hari hari berniaga. “Dua hari sekali aplusan dagangnya dengan dua saudara saya,” jelasnya.
Lalu soal rasanya bagaimana? “Sebetulnya sih soal rasa tak beda jauh. Tapi banyak pengunjung yang bilang racikan saya lebih maknyus. He he he..,” ujarnya sembari memperlihatkan barisan giginya yang putih rapih.
Dalam sehari Anwar bisa menghabiskan sepuluh liter beras buat masak ketupat daun. Ketupat ini ukurannya pun bukan sembarang. Besarnya hampir sebesar paha orang dewasa
Sementara untuk unggas blengong yang dipotong ada sekitar 20 ekor. Harga seekor blengong di Pasar Brebes sekitar Rp 200.000.
Untuk seporsi kupat dihargai Rp9.000 sedangkan sate blengong Rp.10.000 dan untuk sate balungan (tulang) Rp 4000.
Kupat Sate Blengong Pak Rajak ini buka selepas Ashar atau sekitar pukul 15.30. wib.
Kalian harus cepat cepat datang kesana untuk mencicipinya. Kalau tidak keburu habis. Poskotaonline.com yang datang kesana sekitar pukul 17.00 nyaris tak kebagian.
“Tinggal seporsi lagi nih pak,” ujar Anwar.
Berbeda dengan pengunjung lainnya Ibu Yanti yang datang dengan suaminya bersama empat anak memendam rasa kecewa.
“Sudah habis Bu tinggal sate balung doang,” jelas Anwar.
“Yah saya jauh jauh datang mudik dari Jakarta ga kebagian. Besok saya datang agak siangan deh,’ jelas ibu muda ini yang mengobati kekecewaannya dengan menyantap seporsi sate balungan. (Bu)

Teks foto

Suasana di kios Kupat Sate Blengong Pak Rajak. (Bu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *