oleh

Kelompok Mahasiswa KKN UIN Walisongo Berikan Mesin Giling pada Pengrajin Terasi

-Daerah-44 views

POSKOTA.CO – Mahasiswa UIN Walisongo SemaranG yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) DR 75, yang digelar secara daring ini membuat mahasiswa harus melaksanakan program KKN dari rumah. Salah satunya kelompok KKN 104 di Pemalang, menggelar program kerja (Proker) dengan melakukan pendampingan UMKM di daerah Asemdoyong, Minggu (8/11/2020).

Kegiatan ini merupakan salah satu Proker unggulan dalam KKN DR 75 kelompok 104. Pendampingan UMKM bergerak dalam bidang usaha pembuatan terasi tradisional milik Sicas,57,.

Mahasiswa KKN memperbaharui packaging terasi yang semula menggunakan daun pisang, kini dikemas oleh para mahasiswa dengan ditambah kertas minyak serta plastik bening dan diberikan logo atau merk. Memperbaharui packaging ini bertujuan agar lebih praktis dan terasi Sicas dapat memperluas pasarannya.

Selain membantu dari segi packaging, mahasiswa KKN membuat mesin giling yang kemudian diberikan kepada Sicas. Hal ini dilakukan karena pembuatan terasi Sicas masih menggunakan cara yang sangat tradisional, yaitu ditumbuk. Untuk meningkatkan produksi terasi Sicas mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang melakukan inisiatif untuk memberikan bantuan berupa mesin giling.

Meskipun usianya lebuh setengah abad semangat Sicas tak kalah dengan yang masih usinya muda. Setiap hari Sicas menumbuk terasi dengan menggunakan alat tumbuk yang sangat berat, dan ia melakukanya sendiri tanpa bantuan karyawan.

“Keuntungan dari saya jualan tidak cukup untuk membayar karyawan, mbak,” ungkap Sicas saat ditanya media ini.
Penyerahan mesin dilakukan pada hari Minggu (8/11/2020) oleh para mahasiswa KKN dengan disaksikan oleh Ketua RT setempat dan Dr. Moh. Nor Ichwan, M. Ag. selaku DPL dari LP2M UIN Walisongo Semarang. Kegiatan penyerahan dilaksanakan di kediaman Sicas.
Mahasiswa KKN UIN Walisongo DR 75 kelompok 104 berharap mesin giling yang diberikan dapat membawa manfaat yang sesungguhnya kepada Sicas dan bisa meningkatkan nilai ekonomi setempat.(fah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *