oleh

Kapolri Naikkan Pangkat Brigadir Leo Nardo yang Tewas Diserang OTK

-Daerah-89 views

POSKOTA.CO – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesi (Kapolri) Jenderal Idham Azis memberikan penghargaan kepada Brigadir Leo Nardo Latupapua anggota Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selstan, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menjadi korban orang tidak dikenal.

“Penghargaan berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) sudah diberikan Kapolri,” kata Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Nico Afinta saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2020).

Pada peristiwa tersebut, dua anggota kepolisian menjadi korban, Brigadir Leo Nardo dinyatakan meninggal dunia usai kena sabetan samurai pelaku. Sedangkan Brigadir Djoman Sahat Manik Raja mengalami luka-luka.

Selain KPLB, Kapolri Jenderal Idham Azis juga menginstruksikan Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta dan jajaran untuk membantu dan memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan korban.

“Kapolri mendukung saya dengan seluruh anggota Polda Kalsel, karena satu anggota kami kesulitan maka seluruh anggota siap mendukung,” ujar Nico, dalam siaran pers Humas Polda Kalsel.

Nico dan jajarannya sudah menyambangi kediaman dari korban tersebut. Menurut Nico, pihaknya akan membantu biaya sekolah anak-anak korban yang masih kecil.

“Anak korban ada dua masih kecil-kecil, umurnya 7 tahun dan satu lagi 4 tahun, saya ke kediamannya menyampaikan duka cita dari Kapolri,” ucap Nico.

Terkait peristiwa tersebut, Nico menegaskan, jajaranya tidak akan segan melakukan tindakan tegas bagi para pelaku teror. Menurutnya, tidak ada ruang sedikit pun di Kalsel bagi kelompok terorisme.

Sebelumnya, Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalsel diserang oleh orang tidak dikenal (OTK) yang diduga simpatisan ISIS pada Senin (1/6/2020), sekitar pukul 02.15 dini hari.

Penyerangan ini dilakukan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sehingga menyebabkan seorang anggota polisi, Brigadir Leo Nardo, meninggal dunia setelah terkena sabetan samurai.

Selain menewaskan satu anggota polisi yang berjaga, orang tersebut juga membakar mobil patroli Polsek Daha Selatan dan ditemukannya bendera ISIS yang dibawa oleh orang tersebut.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol M Rifai menerangkan, pihaknya mengambil tindakan tegas dengan memuntahkan peluru ke arah pelaku.

Dalam kasus ini, pihaknya menyita dokumen-dokumen berlogo ISIS. “Seperti syal dan ID Card ISIS, serta selembar surat wasiat bertulis tangan yang disimpan dalam tas pinggang pelaku,” katanya. (*/rel)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *