TABUNG GAS 12 KG MELEDUK, TIGA KARYAWATI RM SOTO KUDUS TERLUKA – Poskota.co

TABUNG GAS 12 KG MELEDUK, TIGA KARYAWATI RM SOTO KUDUS TERLUKA

POSKOTA.CO – Tabung gas berukuran 12 kilogram meledak di dalam sebuah rumah makan di Jalan Juanda, Depok, Jawa Barat, Senin (20/3) pagi. Akibat kejadian tersebut, tiga karyawati rumah makan mengalami luka bakar hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian bermula dari bocornya sebuah tabung gas berukurang 12 kg yang berada di dalam dapur Rumah Makan Soto Kudus. Saat itu, sejumlah pekerja pria yang melihat kejadian tersebut, langsung melakukan upaya meredam bocornya gas dengan cara memasukkan tabung ke dalam bak berisi air.

Korban dan keluargan korban ledakan gas 12 kg di Rumah Makan Soto Kudus di Jalan Juanda, Depok, Jawa Barat, Senin (20/3).
Korban dan keluargan korban ledakan gas 12 kg di Rumah Makan Soto Kudus di Jalan Juanda, Depok, Jawa Barat, Senin (20/3).

Namun naas, seorang karyawati yang hendak memasak, menyalakan kompor hingga api pun menyambar ke hampir seluruh ruang dapur. Dua karyawati lainnya yang berada dekat dengan kompor ikut tersambar api.

“Jadi kompornya dinyalakan saat kita lagi nanganin gas yang bocor itu, padahal masih ada sisa-sisa gas di ruangan ini,” ujar Ali, karyawan Rumah Makan Soto Kudus, sambil menunjukkan titik ledakan.

Ali dan beberapa karyawan lainnya sempat mengingatkan kepada seluruh pekerja agar tidak menyalakan kompor dulu. Namun imbauan itu rupanya tak didengar oleh seorang karyawati. Ledakan pun tak dapat dihindarkan.

“Untungnya api tidak sampai membakar semua ruangan ini mas, keburu datang pemadam. Sebelumnya kita juga sudah memadamkan pakai alat seadanya,” tambah Ali.

Sementara itu, suami dari salah seorang korban, datang ke lokasi kejadian sambil menangis dan membawa bayinya. Kondisinya masih shock saat datang ke tempat kejadian. Setelah beberapa lama di dalam rumah makan, sang suami dan bayinya diantar para karyawan ke rumah sakit, guna mengetahui kondisi istrinya.

Lima unit Dinas Pemadam kebakaran diturunkan dalam kejadian ini. Api dapat dipadamkan setengah jam setelah kejadian. Polisi masih menelusuri sebab-sebab terjadinya kebakaran tersebut, sementara tiga karyawati Rumah Makan Soto Kudus, hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)