TABUNG GAS 12 KG MELEDUK, TIGA KARYAWATI RM SOTO KUDUS TERLUKA – Poskota.co
Saturday, September 23

TABUNG GAS 12 KG MELEDUK, TIGA KARYAWATI RM SOTO KUDUS TERLUKA

POSKOTA.CO – Tabung gas berukuran 12 kilogram meledak di dalam sebuah rumah makan di Jalan Juanda, Depok, Jawa Barat, Senin (20/3) pagi. Akibat kejadian tersebut, tiga karyawati rumah makan mengalami luka bakar hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian bermula dari bocornya sebuah tabung gas berukurang 12 kg yang berada di dalam dapur Rumah Makan Soto Kudus. Saat itu, sejumlah pekerja pria yang melihat kejadian tersebut, langsung melakukan upaya meredam bocornya gas dengan cara memasukkan tabung ke dalam bak berisi air.

Korban dan keluargan korban ledakan gas 12 kg di Rumah Makan Soto Kudus di Jalan Juanda, Depok, Jawa Barat, Senin (20/3).
Korban dan keluargan korban ledakan gas 12 kg di Rumah Makan Soto Kudus di Jalan Juanda, Depok, Jawa Barat, Senin (20/3).

Namun naas, seorang karyawati yang hendak memasak, menyalakan kompor hingga api pun menyambar ke hampir seluruh ruang dapur. Dua karyawati lainnya yang berada dekat dengan kompor ikut tersambar api.

“Jadi kompornya dinyalakan saat kita lagi nanganin gas yang bocor itu, padahal masih ada sisa-sisa gas di ruangan ini,” ujar Ali, karyawan Rumah Makan Soto Kudus, sambil menunjukkan titik ledakan.

Ali dan beberapa karyawan lainnya sempat mengingatkan kepada seluruh pekerja agar tidak menyalakan kompor dulu. Namun imbauan itu rupanya tak didengar oleh seorang karyawati. Ledakan pun tak dapat dihindarkan.

“Untungnya api tidak sampai membakar semua ruangan ini mas, keburu datang pemadam. Sebelumnya kita juga sudah memadamkan pakai alat seadanya,” tambah Ali.

Sementara itu, suami dari salah seorang korban, datang ke lokasi kejadian sambil menangis dan membawa bayinya. Kondisinya masih shock saat datang ke tempat kejadian. Setelah beberapa lama di dalam rumah makan, sang suami dan bayinya diantar para karyawan ke rumah sakit, guna mengetahui kondisi istrinya.

Lima unit Dinas Pemadam kebakaran diturunkan dalam kejadian ini. Api dapat dipadamkan setengah jam setelah kejadian. Polisi masih menelusuri sebab-sebab terjadinya kebakaran tersebut, sementara tiga karyawati Rumah Makan Soto Kudus, hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Permohonan Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan akademisi ke Mahkamah Konstitusi (MK) sejalan dengan isi Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Bahkan, dalam RUU tersebut hukuman perzinaan akan diperberat dari sembilan bulan penjara menjadi terancam lima tahun penjara. Pemerintah menanggapi permohonan akademisi terkait permintaan kriminalisasi lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dan kumpul kebo, di mana materi itu juga masih dibahas di dalam DPR. Sebagai contoh, dalam Pasal 484 Ayat (1) Huruf e RUU KUHP berbunyi, "Laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan dipidana lima tahun penjara". Pandangan pemerintah dalam hal ini disampaikan oleh Direktur Litigasi Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham Yunan Hilmy dalam sidang lanjutan uji materi KUHP di ruang sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (19/7). Yunan menyebut, pembahasan RUU ini terkesan lambat karena ada beberapa kendala. "Lamanya penyusunan RUU KUHP dipengaruhi banyaknya dinamika di antaranya masalah budaya, agama serta hal-hal lain yang dalam implementasinya harus dapat diukur secara jelas," kata Yunan. Sebab, dalam merumuskan ketentuan pidana berbeda dengan merumus ketentuan lain. Yunan mengatakan, untuk mengukur suatu norma pidana harus dapat dibuktikan secara hukum sehingga untuk dapat memutus suatu norma pidana memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu, pemerintah mengatakan para pemohon dapat memberikan masukan hal ini kepada pemerintah atau DPR. "Dalam rangka turut serta mengatasi problematika pembahasan RUU KUHP, para pemohon dapat memberikan sumbangan pemikirannya terhadap materi RUU KUHP terutama masalah perzinaan, pemerkosaan dan homoseksual. Materi RUU KUHP itu masih dibahas di DPR, dan akhir Agustus mendatang akan kembali dirapatkan usai masa reses DPR. Hukum Penjara Sebelumnya, Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan para akademisi lain meminta homoseks dan pelaku kumpul kebo dihukum penjara. Mereka meminta Mahkamah Konstitusi menafsir ulang Pasal 292. Selain Euis, ikut pula menggugat para akademisi lainnya yaitu Rita Hendrawaty Soebagio SpPsi, MSi, Dr Dinar Dewi Kania, Dr Sitaresmi Sulistyawati Soekanto, Nurul Hidayati Kusumahastuti Ubaya SS, MA, Dr Sabriaty Aziz. Ada juga Fithra Faisal Hastiadi SE, MA, MSc, PhD, Dr Tiar Anwar Bachtiar SS, MHum, Sri Vira Chandra D SS, MA, Qurrata Ayuni SH, Akmal ST, MPdI dan Dhona El Furqon SHI, MH. (*)