PEGAWAI DISDUKCAPIL JADI TERSANGKA TERKAIT PERNIKAHAN SEJENIS – Poskota.co
Wednesday, September 20

PEGAWAI DISDUKCAPIL JADI TERSANGKA TERKAIT PERNIKAHAN SEJENIS

ILUSTRASI
ILUSTRASI

POSKOTA.CO – Kepolisian Resor Indragiri Hulu, Riau, menetapkan pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat berinisial HA alias Hen sebagai tersangka atas dugaan pemalsuan identitas terkait pernikahan sejenis.

“Dari pemeriksaan disimpulkan bahwa yang bersangkutan sengaja memalsukan identitas seorang perempuan menjadi pria,” kata Kepala Polres Indragiri Hulu, AKBP Ari Wibowo dihubungi dari Pekanbaru, Selasa.

Ia mengatakan Hen yang merupakan pegawai honorer Disdukcapil Kabupaten Indragiri Hulu diamankan pada Senin lalu (11/4). Penangkapan Hen buntut dari laporan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Rengat Mistar Abdurraman kepada Polisi setelah menikahkan pasangan pengantin sesama jenis pada 7 April 2016 lalu.

Ari mengatakan Hen sengaja merubah data identitas KTP dan Kartu Keluarga seorang wanita bernama Desi menjadi laki-laki bernama Defrian Suryono alias Rio. “Tersangka melakukan pemalsuan data otentik dalam persyaratan untuk melakukan pernikahan atas nama Defrian Suryono,” ujarnya.

Saat ini tersangka masih diperiksa intensif sementara Desi alias Defrianto masih dalam pengejaran petugas. Ia mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan perkara ini terutama terkait dugaan adanya jaringan pemalsuan dokumen.

Sebelumnya KUA Rengat, Indragiri Hulu melaporkan pernikahan sejenis kepada kepolisian karena tidak sah, melanggar hukum, dan meresahkan masyarakat.

Kepala KUA Rengat, Mistar Abdurraman mengatakan proses pernikahan antara pasangan laki-laki mengaku nama Defrian Suryono dan mempelai perempuan berinisial RE warga Desa Pasir Kemilu Kecamatan Rengat adalah ilegal dan melanggar karena itu harus diselesaikan secara hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.