KESET BERTULISKAN AYAT AL QURAN – Poskota.co
Wednesday, September 20

KESET BERTULISKAN AYAT AL QURAN

Keset yang diamankan petugas
Keset yang diamankan petugas

POSKOTA.CO – Kediri dihebohkan dengan penemuan keset (pembersih alas kaki) bertuliskan ayat Al Qur’an. Dandim Letkol Inf Purnomosidi bersama Kapolres Kediri AKBP Wibowo berjanji akan membongkar motif penjualan keset tersebut. “Ada kesengajaan atau memang lalai,” ungkap kapolres, Senin (11/7).

Keterangan Letkol Inf Purnomosidi, diketahui bahwa produk keset tersebut berasal dari Tomek, pengusaha asal Sumbergempol Tulungagung sedangkan pemasaran keset tersebut dipasarkan Muji yang juga warga Sumbergempol Tulungagung, senin (11/07/2016).

Ceritanya, awal Juli lalu, Nikamah dan Ketut warga Desa Sonorejo, bersama-sama membeli keset di Toko Ilham Jaya milik Agus Suyoko yang sehari-hari berprofesi sebagai Satpol PP Kabupaten Kediri.

Keduanya langsung menyimpan alas kaki untuk persiapan lebaran. Dan pada jumat kemarin, tepatnya 9 Juli, tanpa sengaja Ketut melihat secara cermat keset yang sudah dibelinya beberapa hari lalu dan betapa terkejutnya ia, karena keset tersebut terdapat tulisan ayat Al Qur’an.

Sontak Ketut langsung menemui Nikamah, untuk memberitahu penemuannya tersebut, dan akhirnya keduanya sepakat menemui Hadi tetangga dekat Nikamah, untuk dimintai solusi dari penemuan tersebut. Kemudian melaporkan ke polisi terdekat.

Agus Suyoko penjual keset mengakui tidak tahu menahu perihal adanya tulisan ayat Al Qur’an pada produk daur ulang tersebut. Demikian juga saat pemilik industri rumah tangga yang memproduksi keset tersebut, menyatakan tidak tahu menahu produknya berbahan buku pelajaran dan bertuliskan ayat Al Qur’an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)