KAPOLRES: TAKSI KOK BISA MASUK DAERAH TERLARANG – Poskota.co
Wednesday, September 20

KAPOLRES: TAKSI KOK BISA MASUK DAERAH TERLARANG

Mayat sopir taksi
Mayat sopir taksi

POSKOTA.CO – Mayat sopir taksi yang membawa empat penumpang ABK (anak buah kapal) tercebur ke Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta berhasil ditemukan. Yang menjadi pertanyaan petugas taksi tersebut bisa masuk ke areal terlarang.

“Kami masih selidiki, kok bisa masuk pelabuhan. Apalagi sopirnya bukan sopir asli tapi sopir tembak,” tukas AKBP Hanny Hidayat, kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (5/9).

Jasad sopir taksi tersebut ditemukan sekira pukul 10.00 WIB dalam kondisi meninggal. Kelima orang korban meninggal dalam kecelakaan itu dibawa ke RSCM untuk menjalani autopsi. “Disini ada kejanggalan, daerah itu terlarang untuk kendaraan umum,” tandasnya.

Diwartakan, sebuah taksi Blue Bird tercebur ke kolam dermaga 004 Pelabuhan Nusantara, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Empat orang ABK yang merupakan penumpang tewas, sementara sopir taksi dinyatakan hilang.

Peristiwa terjadi pada Senin 5 September 2016, dinihari sekira pukul 02.00 WIB, mengakibatkan empat orang penumpang tewas:

  1. Heriyansyah, Laki-laki, Pelaut, Tanjung 19-11-1989, alamat: Tanjung RT 16 Kumpeh Kab Muaro Jambi. (ABK Tugboat Yang Viti I Jakarta)
  2. Medi, Dusun Tuo 09-12- 1991, laki-laki, pelaut, alamat: Balai Rejo RT 001 Kota Ilir Tebo Jambi. (ABK Tongkang Toto Jambi)
  3. Yusarmanto, Jambi 08-09-1978, laki-laki, pelaut, alamat: Jl. H.M Yusuf Nasri RT 002 Wijayapura Jambi Selatan.
  4. M Amin Hudori, Jambi 11-05-1985, laki-laki, buruh harian lepas, alamat: Jl Raden Patah RT 008 Sijenjang Jambi Timur.

Menurut keterangan saksi-saksi di lokasi, taksi tersebut tiba-tiba tercebur ke dalam kolam dermaga. Sopir taksi diduga tidak melihat kolam dermaga karena pada saat kejadian, kondisi di lokasi tengah hujan deras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.