oleh

Warga Pasar Baru Ngadu Rumahnya Rusak, Satpol: ‘Bangunan Itu Sudah di BAP’

POSKOTA.CO – Tindaklanjuti aduan laporan dari warga Pasar Baru yang rumah nya rusak akibat pembangunan 8 lantai terletak di bilangan Jalan Krekot Bunder 1, Pasar Baru, Sawah Besar tadi sore, Jumat (3/9/2021).

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat langsung mengecek ke lokasi pembangunan dengan warga setempat didampingi Ketua Dewan Kota (Dekot) Jakarta Pusat, Dede Sulaeman. Meski begitu, saat pengecekan di lokasi petugas Satpol PP hanya bisa menemui mandor gagu yang tidak tahu menahu tentang urusan bangunan itu.

“Pemilik bangunan 8 lantai Jalan Krekot Bundar 1 Pasar Baru, tidak berada di tempat saat pengecekan. Yah hanya mandor gagu yang ada di lokasi pembangunan. Saat ditanya juga dia tidak tahu menahu urusan perizinan,” ungkap Muhammad Dawut staf Kepala Seksi (Kasi) Ketentraman dan Ketertiban (Tramtibum) Satpol PP Jakarta Pusat, Jumat (3/9/2021) sore.

Lanjut Dawut menambahkan, selain itu mandor juga tidak tahu urusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan tidak bisa menunjukan IMB. “Waduh kok bisa yah, mandornya nggak tahu apa-apa malah dia bilang cuman kerja ngurusin tukang  bangunan,” ucapnya.

Petugas Satpol PP langsung membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk pembangunan tersebut. “Sudah di BAP bangunan yang dilaporkan warga pasar baru itu,” ujarnya.

Sementara itu, Dizky (52) warga setempat  mengapresiasi petugas Satpol PP Jakarta Pusat yang merespon cepat laporan warga. “Baru Satpol PP Jakarta Pusat yang merespon cepat dengan mengecek langsung ke lokasi karena akibat pembangunan 8 lantai ini rumah warga rusak berat,” jelasnya.

Namun demikian, warga setempat yang meliputi tiga RT di RW 05 Pasar Baru meliputi RT 02, 03, 04 ini sangat kesal karena pembangunan ini masih tetap dikerjakan. “Memang lain dulu lain sekarang, zaman Gubernur nya Ahok itu petugas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) yang kerja ngawasin bangunan lambat dan sering main mata dengan pemilik bangunan sudah dicopot-copotin,” tandasnya.

Sekarang ini, kata dia, warga juga mempertanyakan pengawasan petugas CKTRP karena tidak ada tindakan terhadap pembangunan itu. Padahal, warga di lingkungan Jalan Krekot Bunder I, meliputi RT 02, 03, 04 di RW 05, Pasar Baru ini rumahnya rusak berat akibat dampak dari pembangunan hotel itu. Masa nunggu ada korban ketimpa bangunan baru pada repot pejabat kayak polisi India aja. “Program 100 hari kerja Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma juga dinilai tidak merespon keluhan warga. Payah zaman sekarang memble,” paparnya.

Sedangkan Ketua Dekot Jakarta Pusat Dede Sulaeman akan mengawal aspirasi warga yang rumahnya rusak akibat dampak dari pembangunan itu. “Kami akan kawal dan mendampingi warga Pasar Baru yang rumahnya rusak karena imbas dari bangunan itu,” pungkasnya. (van/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *