oleh

Terjebak Narkoba, Seorang Remaja di Bogor Harus Menikmati Hotel Prodeo

POSKOTA.CO – Dampak pemakaian narkoba, dapat merusak masa depan generasi muda bangsa. Bahkan ketika pemerintah menyatakan, narkoba menjadi musuh bangsa, semua elemen memberi respons dan dukungan.

Di Kabupaten Bogor, seorang anak berusia 16 tahun berinisial AF, hancur masa depannya akibat dampak narkoba.

AF yang kini menjalani penahanan di Mapolres Bogor setelah tertangkap polisi lalu bercerita, jika dirinya mengenal narkoba dari seorang temannya yang tak lain seorang pengedar narkoba.

“Awalnya dikasih pakai gratis. Begitu sudah kecanduan, baru digunakan sebagai kurir. Pelaku narkoba telah merusak masa depan AF, generasi muda Bogor,” kata KBO Narkoba Polres Bogor Iptu Yogy Nugraha, Rabu (2/12/2020).

Menurut Iptu Yogy, AF ditangkap di Jasinga, Kabupaten Bogor. Saat itu AF diminta bandar untuk mengantarkan ganja ke pembeli.
Sesampainya di Jasinga, tempat yang disepakati, AF menaruh ganja pesanan.

Namun apes, saat menaruh barang ditempat yang dijanjikan, remaja asal Gunung Putri, Kabupaten Bogor ini ditangkap. Barang bukti 1 gram ganja ikut diamankan saat itu,” ujar Iptu Yogy.

KBO menuturkan, dampak kecanduan narkoba sangat berbahaya. Pelaku AF yang tinggal di wilayah timur Kabupaten Bogor yakni di Kecamatan Gunung Putri, berani mengantar narkoba ke wilayah barat Kabupaten Bogor, yakni Kecamatan Jasinga.

“Kalau sudah kena narkoba, ya begini. Apa pun dilakukan. Dari awal isap gratis. Begitu sudah ketagihan lalu dimanfaatkan bandar jadi kurir. Modus bandar narkoba menjerat generasi muda dengan pola ini. Kalau sudah ketagihan, disuruh apa pun dilakukan. AF ditangkap saat mau letakin ganja pesanan,” ujarnya.

AF ditangkap bersama 51 pelaku lain dalam Operasi Antik Lodaya 2020 selama sepekan terakhir di wilayah Polres Bogor.

AF bersama bandarnya ini dalam pemeriksaan diketahui, jika aksi mereka dikendalikan MR, narapidana narkoba yang kini masih berada di Lapas Pledang, Kota Bogor.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Narkoba Polres Bogor mengamuk. Tak tanggung-tanggung, lima puluh dua pelaku narkoba diamputasi jelang akhir tahun 2020.

Puluhan pengedar dan bandar narkoba ini diamankan, guna melindungi generasi muda Bogor dari dampak barang terlarang ini.

Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy didampingi Kasat Narkoba AKP Eka Candra Mulyana kepada wartawan, Rabu (2/12/2020), di Mapolres Bogor mengatakan, Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor mengejar pelaku hingga berakhir dengan penangkapan, karena aksi para pelaku, sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Kami tangkap 52 pengedar dan bandar narkoba. Mereka kini statusnya sudah tersangka. Para tersangka sudah ditahan,” kata AKBP Roland.

Kapolres menegaskan, 52 tersangka yang ditangkap dalam Operasi Antik Lodaya 2020 ini, berlangsung dalam sepekan terakhir.

“Ada 52 tersangka dari 44 kasus narkoba yang berhasil kami ungkap dalam Operasi Antik Lodaya 2020 ini, dua di antaranya merupakan tersangka anak dibawa umur atas penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan tembakau sintetis,” ujar AKBP Roland.

Selain mengamankan 52 tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa 71,60 gram sabu-sabu, 63,93 gram ganja, 3 gram ganja sintentis, 1.019 obat ilegal, 7.052 botol miras dan 8.035 liter miras. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *