oleh

Polda Metro Jaya Usut Pengguna Surat Tes Swab dan PCR Covid-19 Palsu

POSKOTA.CO – Peringatan keras bagi masyarakat yang hendak bepergian ke luar kota dengan pesawat atau angkutan lainnya, jangan coba-coba menggunakan surat tes swab dan PCR palsu. Sebab, jika ketahuan menggunakan surat keterangan palsu itu diancam hukuman penjara enam tahun.

Polda Metro Jaya kini tengah mendalami banyak beredar surat keterang bebas Covid-19 palsu.

“Baik pembuat maupun pengguna surat Covid-19 palsu akan dijerat Pasal 263 Ayat (2) dengan ancaman hukuman enam tahun penjara,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat didampingi Kabid Humas Kombes Yusri Yunus, Senin (25/1/2021).

Kepolisian dipastikan akan memproses pidana para pengguna surat palsu sehingga menimbulkan efek jera sehingga jika ada yang berniat hendak menggunakan surat itu mengungkan niatnya.

“Kita akan terus lakukan tracing siapa saja yang menggunakan surat tersebut,” tegas Kombes Tubagus Ade Hidayat.

Setelah dilakukan tracing dan ditemukan penggunanya, lanjut Kombes Tubagus Ade, pihaknya akan kembali melakukan tes swab guna meyakinkan apakah mereka negatif atau posiif. Tindakan menggunakan surat keterangan palsu sangat membahayakan orang lain. Sebab, pengguna surat palsu tidak diketahui, apakah dia positif atau negatif karena tidak dilakukan tes sesuai aturan Covid-19.

Dalam kasus ini, pihak Subdit 4 Jatanras Reskrimum Polda Metro Jaya menangkap delapan pelaku sindikat pemalsuan surat keterangan hasil swab antigen Covid-19 dan swab PCR Covid-19. Dari delapan pelaku, lima orang laki-laki dan tiga orang wanita dengan peran masing-masing.

“Ada delapan pelaku yang ditangkap, satu di antaranya masih di bawah umur. Dari delapan orang ini lima laki-laki dan tiga wanita,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Senin (25/1/2021).

Para tersangka dibekuk pada Senin (18/1/2021) sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Margonda Raya, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat. Delapan pelaku saat ini sudah menjalani proses penyidikan, yakni RHM (22), MA (25), MA (20) pelaku wanita dan RSH (20), IS (23), SP (38), Y (23), serta DM (anak di bawah umur).

Untuk memuluskan aksinya, kedelapan pelaku mempunyai peran masing-masing, ada yang bertugas menyiapkan hasil penerbitan swab PCR antigen tanpa prosedur yang benar. Tarif hasil swab palsu, mereka jual seharga Rp500 ribu hingga Rp900 ribu.

Dari hasil pemeriksaan mereka sudah membuat 11 surat swab palsu. Ada juga bertugas menawarkan surat hasil swab PCR antigen Covid-19 melalui Facebook. Ada juga perantara pembelian surat hasil swab PCR Covid-19 palsu.

Kata Kombes Yusri, para pelaku ini bisa dikategorikan bersama-sama melakukan kejahatan dengan membuat surat hasil swab PCR palsu atas nama Sambas Permana. Polisi menyita sejumlah barang bukti kejahatan pemalsuan surat keterangan swab antigen, di antaranya ponsel, stempel Klinik Denti Sari, satu lembar surat hasil pemeriksaan Laboratorium Klinik Denti Sari, flash disk dan laptop. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *