oleh

Pemanfaatan Limbah Jelantah untuk Kelestarian Lingkungan Kecamatan Kramat Jati

POSKOTA.CO – Ditengah kondisi pandemi saat ini yang telah hampir satu tahun dialami oleh seluruh bagian dunia, termasuk Indonesia, salah satu aksinya adalah selalu tetap menjaga Protokol Kesehatan yang dianjurkan pemerintah pusat dengan 3M hingga 5M

Terlebih dengan memasuki musim penghujan akan banyak memerlukan kesiapan warganya untuk tetap menjaga kebersihan diri, keluarga, serta lingkungan.

Jika bicara mengenai kebersihan lingkungan, terdapat satu masalah yang dapat mencemari lingkungan jika tidak ditangani dengan baik, yaitu limbah dari minyak bekas atau biasa dikenal dengan Jelantah. Selain mencemari lingkungan, minyak jelantah ini pun jika berlebihan dipakai akan berpengaruh kepada kesehatan.

Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur yang dipimpin oleh bapak Camat Bpk. Eka Darmawan melanjutkan inisiasi program bersih lingkungan di Kotamadia Jakarta Timur melalui pemanfaatan minyak jelantah untuk lebih produktif.

Bekerjasama dengan Jelantahku.id dari Citra Maju Utama dan juga didukung oleh PT. Hijau Daun Energi, perusahaan penampung minyak jelantah ini untuk diolah menjadi Biodiesel, menyelenggarakan Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Jelantah untuk Kelestarian Lingkungan, yang dihadiri oleh Seluruh Lurah dan penggerak PKK di Kecamatan Kramat Jati pada hari Senin tanggal 8 Februari 2021 , dengan menggunakan fasilitas online, yang merupakan anjuran pemerintah untuk tetap bekerja dengan efektif demi keamanan dan Kesehatan agar tetap terjaga. Kegiatan ini akan dihadiri oleh 7 Kepala Kelurahan, 16 orang Penggerak PKK, FKDM di lingkungan Kecamatan Kramat Jati.

Menurut data riset, produksi limbah jelantah di Jabodetabek ini mencapai lebih dari 1 juta Liter per hari dan hal ini sangat membahayakan lingkungan jika tidak terkelola dengan baik.

Pemakaian minyak jelantah yang berlebihan dapat memicu gangguan Kesehatan karena kandungan di dalam minyak jelantah dapat menjadi radikal bebas yang menghasilkan karsinogen dan kalori yang lebih tinggi, sehingga dapat memicu kanker, kolestrol darah hingga obesitas.

Dan dari data yang ada, banyak rumah tangga membuang minyak bekas ini ke tanah, pembuangan sampah hingga ke selokan yang akan sangat merusak lingkungan.(rihadin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *