oleh

Pasokan Berkurang Harga Cabe dan Telur di Bogor Naik

POSKOTA. CO – Menjelang Natal dan tahun baru, pemerintah melakukan pemantauan kebutuhan barang pokok. Harga sembako menjelang Natal dan Tahun Baru 2021 di sejumlah pasar di Kota Bogor, belum ada kenaikan yang signifikan. Beberapa komoditi naik, namun tidak signifikan. Rata-rata harga naik, karena pasokan berkurang. Salah satunya cabe merah keriting dan telur ayam negeri.

Kepala Seksi Barang Pokok dan Barang Penting pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, Bayu Fitra Fahreza kepada wartawan mengatakan, daya beli masyarakat sendiri masih terbilang normal. Belum terlihat adanya peningkatan daya beli.
Bahkan Pasar Anyer Kebon Kembang, yang merupakan pasar terpadat di Kota Bogor, juga belum terlihat peningkatan.

“Dari keterangan beberapa pedagang sembako di Kebon Kembang, kenaikan harga komoditi seperti cabe merah, karena susah mendapatkan barang tersebut. Kenaikan sebagian harga pangan di pengaruhi oleh faktor cuaca. Banyak wabah penyakit yang menyerang tanaman. Wabah ini menyerang akar tanaman sehingga tidak berbuah dan mengakibatkan hasil produksi menurun. Ini faktor tinggi harga sayuran di pasaran,” kata
Bayu Fitra Fahreza.

Ia menambahkan, faktor La Nina yang terjadi di Samudera Pasifik, hingga terjadi peningkatan curah hujan di tanah air, juga mempengaruhi hasil panen.

“Kenaikan harga bahan pokok itu berlaku hukum ekonomi. Apabila permintaan naik, stok tetap, harga pasti naik. Sebaliknya, apabila permintaan tetap, tetapi pemasokannya kurang itu juga harga pasti naik. Kasus seperti ini terjadi saat menjelang lebaran, Natal dan Tahun Baru,” ujar Bayu.

Secara nasional, Bayu mengakui, harga cabe merah dan sayur mayur semua naik. Kenaikan ini berdasarkan data yang di terima oleh Disperdagin Kota Bogor dari Dinas Ketahanan Pangan. Untuk komoditi yang naik ada di cabe.

Harga cabe merah yang masuk pada hari Kamis (17/12), di ambil dari dua pasar yaitu pasar Kebon Kembang dan Pasar Bogor, untuk cabe merah biasa/besar di Pasar Kebon Kembang naik sekitar 7 persen dari Rp56.000/Kg menjadi Rp.60.000/Kg.

Sementara di Pasar Bogor kenaikan hanya 4 persen, dari Rp56.000/Kg menjadi Rp.58.000/Kg.
Komositas ini kebanyakan pemasoknya dari Kabupaten Garut dan Jawa. Namun Bayu menegaskan, secara keseluruhan, stok sembako di pasar yang ada di Kota Bogor dalam kondisi aman. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *