oleh

Lima Wanita Pelaku Bullying Terhadap Seorang Remaja, Ditangkap

POSKOTA. CO – Sebuah vidio kasus bullying atau perundungan yang viral di media sosial. Polisi lalu bertindak cepat atas aksi bullying yang terjadi pada Minggu, 26 Juni 2022, di lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Langkah cepat polisi ini membuahkan hasil. Pelaku akhirnya menangkap para pelaku. Lima orang diamankan Polresta Bogor Kota. Lima pelaku bullying terhadap remaja berinisial FC (15), dalam pemeriksaan, lima pelaku yang semuanya wanita dan korban juga seorang wanita ternyata merupakan kelompok bermain.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengungkap kelima pelaku masing-masing berinisial SL (17), JR (12), DS (14), CC (14) dan PT (14). Para pelaku ada yang masih berstatus pelajar dan ada yang sudah putus sekolah.

“Untuk pelaku 5 orang, kami tangkap tadi malam. Mereka berbagi peran. Ada yang bertindak untuk merekam saat kejadian berlangsung. MP yang merekam kejadian, kami amankan beserta handphone juga akun miliknya,”kata Kombes Susatyo saat konferensi pers di Mako Polresta Bogor, pada Rabu (29/6/2022).

Terkait penanganan kasus ini, Kombes Susatyo menegaskan, kepolisian akan berupaya mengedepankan diversi atau musyawarah dengan korban.

Hal ini dikarenakan usia para pelaku masih belia. Polisi berusaha menjamin, agar hak-hak sebagai anak bisa tetap dijalankan.

“Tentunya memang dalam UU Perlindungan Anak dan anak yang berhadapan dengan hukum, kami harus mengedepankan upaya diversi atau restorative justice,” jelasnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Bogor, Bapas dan melaksanakan konseling kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Orang nomor satu di jajaran kepolisian Kota Bogor ini berharap, kejadian itu bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk memperkuat pengawasan atau pendidikan dari keluarga.

“Karena ini anak-anak masih di bawah 18 tahun dan keluarga sangat mempengaruhi termasuk grup dalam kelompok bermain mereka,” tandasnya.

Sementara itu, pendamping dari Bapas Kelas II Kota Bogor, Julijar Jusuf Hutahean mengatakan bahwa, pada kasus tersebut diwajibkan untuk mendampingi anak dalam setiap tahap, mulai dari pemeriksaan sampai peradilan.

“Itu wajib dilaksanakan walaupun nanti mungkin pada pelaksanaannya tidak terjadi kesepakatan di tingkat pendidikan bisa dilanjutkan nanti di tahap 2 di tingkat kejaksaan,” tambah dia.

Aldie Wijaya selaku Pendamping dari P2TP2A Kota Bogor hadir untuk membantu dalam konseling, khususnya untuk korban yang trauma. Adapun untuk pelaku bisa diberikan edukasi.

“Kita lakukan nanti kedepannya, kalau kondisi anak masih belum ada penggalian lagi dan semoga akan ada hasil maksimal dan jauh lebih baik lagi,” tutup Aldie. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.