oleh

Lima Penusuk Pendukung Calon Wali Kota Makassar Diduga Pembunuh Bayaran

POSKOTA.CO-Penyidik Polda Metro Jaya ringkus 5 tersangka penusukan seorang pendukung calon Walikota Makasar di halte depan gedung sebuah TV swasta Jl. Tentara Pelajar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kelima pelaku itu, MNM, S alias DS, S alias AR, F alias AM dan AP alias DP diduga pembunuh bayaran.

Dua tersangka lainnya, AR alias R dan JH alias J masuk daftar pencarian orang (DPO). “Berdasarkan rekaman video, eksekutornya tersangka F atas arahan MNM yang menyuruh eksekusi korban. Rencananya mau dihabisi,” kata Dirkrimumum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, Jumat (13/11/2020).

Hasil pemeriksaan, tersangka MNM mengirimkan video penghinaan (provokasi) yang dilakukan oleh korban MM alias MUS kepada tersangka F. Kemudian tersangka F meng-upload video penghinaan dalam Group Whatsapp bernama Forum Bugis Makassar Bersatu (FBMB) Metro.

Admin group tersebut adalah tersangka AP alias DP. Pada 7 November 2020 tersangka AP mendapat perintah dari MNM untuk mengumpulkan anggota group tersebut di daerah Pesing/Tubagus Angke, Jakarta Barat.

Tersangka MNM memperlihatkan video penghinaan yang dilakukan oleh korban MM dan menyampaikan kepada seluruh anggota grup.

Peristiwa penusukan terjadi saat korban MM sedang menunggu temannya yang lainnya di halte angkutan umum itu. Tiba-tiba ada seseorang yang tidak dikenal diduga sebagai pelaku F langsung menikam korban pada bagian pinggang sebelah kiri.

Adapun ciri-ciri pelaku memakai kemeja panjang kotak-kotak warna coklat dan langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian. Pelaku berboncengan sepeda motor dengan pelaku lainnya yang sudah menunggu di pinggir jalan.

Akibat penusukan tersebut, korban mengalami luka serius. Kasus ini ditangani Polres Jakarta Pusat dibantu Polda Metro Jaya. Akhirnya tim Opsnal Unit II dan Unit V Subdit 3 / Resmob Polda Metro Jaya melakukan penangkapan AP, S, MNM, S alias AR dan F di lokasi berbeda daerah Jakarta dan Bogor.

Dari 5 tersangka, ada satu pelaku berinisial S meninggal dunia karena sakit jantung di rumah sakit. “Pelaku penusukan mendapat bayaran Rp 1,5 juta,” ujar Kombes Tubagus Ade. Para tersangka dikenakan Pasal 351 ayat (2), Pasal 355 Ayat (1) KUHP dan atau Pasal 340 KUHP.(omi/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *