oleh

KPK Usut Proses Jual Beli Tanah di Munjul Jaktim Melalui Notaris

POSKOTA.CO-Proses jual-beli tanah di daerah Munjul, Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim) kini diusut KPK. Penyidik menelisik proses itu dimulai dari Notaris, YLE.

Penyidik KPK menduga, Yurisca mengetahui banyak soal proses jual-beli tanah di Munjul yang kini berujung proses hukum di KPK. “Ya didalami pengetahuannya terkait proses akad jual beli dalam pengadaan tanah di Munjul,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Jumat (27/8/2021).

Penyidik mendalami keterangan Y dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul. Keterangan Y dibutuhkan penyidik KPK sekaligus untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Yoory Corneles Pinontoan.

Dalam kasus pengadaan tanah di Munjul, penyidik KPK telah menetapkan tiga orang dan satu korporasi sebagai tersangka. Ketiga tersangka dimaksud, yakni mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan (YRC).

Selain itu, Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian (TA) dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtuwene. Sedangkan satu korporasi yang ditetapkan tersangka, yakni PT Adonara Propertindo (AP).

Pihak KPK menduga tersangka Yoory Pinontoan melakukan kesepakatan dengan Anja berkaitan dengan pembelian lahan di daerah Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur pada 8 April 2019. Yorry disebut sebagai pihak pembeli dan Anja merupakan pihak penjual tanah.

Atas kesepakata keduanya dilakukan pembayaran awal sebesar 50 persen atau senilai Rp108,9 miliar ke rekening bank milik Anja Runtunewe pada Bank DKI. Tidak berselang lama atas perintah Yoory kemudian dilakukan pembayaran oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya kepada Anja Runtunewe sebesar Rp43,5 miliar.(omi/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *