oleh

Jokowi Kunjungi Pasar, Mahasiswa Demo Dekat Pintu Istana Bogor

POSKOTA. CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi dua pasar di Kabupaten Bogor yakni pasar Cisarua dan pasar Ciawi.

Usai dari Kabupaten Bogor, Jokowi lalu melanjutkan ke dua pasar di Kota Bogor, yakni pasar Sukasari dan pasar Bogor. Kedatangannya bersama rombongan diantaranya, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Seskab, Pramono Anung, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Wakil Dedie A Rachim, pada Kamis (21/04/2022).

Dalam kegiatannya, Jokowi membagikan paket sembako kepada para pedagang maupun warga.
Orang nomor satu di Indonesia inipun menyempatkan berkunjung ke dalam pasar dan berinteraksi dengan para pedagang di pasar Bogor.

Sementara dari pantauan awak media, tidak jauh dari lokasi kunjungan Presiden Jokowi ke pasar Bogor, mahasiswa melakukan aksi demo di dua lokasi berbeda. Aksi demo mahasiswa dari Universitas Juanda dilakukan di Jalan Juanda, dekat pintu 3 Istana Bogor.

Lalu titik demo kedua, dilakukan mahasiwa dari berbagai elemen seperti Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), yang dipusatkan di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di pintu utama Istana Bogor.

Ratusan aparat gabungan melakukan pengamanan ketat terhadap aksi demo yang dilakukan para mahasiswa, sehingga jalur SSA ditutup total.

Juru bicara BEM Universitas Djuanda Bogor, Ruben menyampaikan, mencermati dinamika politik nasional yang serba runyam, dan bermuara pada kekalahan rakyat akibat pemerintah serta kekuasaan politiknya, secara efektif dikendalikan oleh kelompok elit kecil.

”Hari ini kami Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Djuanda Bogor, dan elemen rakat sipil menggelar aksi dengan tajuk “Unida Menggugat Istana” sebagai respon atas gagalnya pemerintah dalam mengelola negara di berbagai sektor lantaran tidak mau kembali serta taat dan patuh terhadap UUD Tahun 1945,” kata Ruben dalam pers rilisnya.

Beriringan dengan banyaknya persoalan hari ini, BEM Universitas Djuanda Bogor dan elemen rakyat sipil menuntut :
1. Menolak kenaikan harga bahan pokok
2. Menolak kenaikan harga BBM
3. Menolak kenaikan harga PPN
4. Usut tuntas dan tindak tegas mafia dibalik kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng.
5. Mencabut dan mengkaji ulang UU IKN dan menunda rencana pemindahan ibu kota negara serta memprioritaskan APBN untuk pemenuhan kebutuhan dan hak dasar rakyat terlebih dahulu.
6. Memulihkan krisis sosial ekologi yang terjadi di Jakarta dan Kalimantan Timur.

“Ibu-ibu terus menangis,” teriaknya dalam orasi. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.