oleh

Jika Aib Orang Lain yang Disebar di Medsos

DI DUNIA ini, mungkin saja kita merasa lebih baik dan saleh dari orang-orang yang digunjingkan. Tapi di akhirat kelak, bisa jadi orang tersebut malah lebih jauh mulia kedudukannya.

Sebab, mereka merasa teraniaya dan menuntut keadilan di hadapan Allah SWT.

Satu aib orang lain yang di sebar di medsos [media sosial], seketika bisa menjalar, menular dan tersebar kemana-mana.

Laksana bulu-bulu yang diterbangkan angin, bagaimana bisa menariknya kembali?

Sampai mati pun aib yang kita tulis dan sebarkan itu mungkin masih dibaca oleh ribuan sampai jutaan orang.

Sungguh kezaliman yang sangat besar. Mampukah kita menanggung akibatnya kelak di akhirat?

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari Kiamat dengan membawa pahala salat, puasa, dan zakat.

Namun ia juga datang dengan membawa dosa kezaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu.

Maka sebagai tebusan atas kezaliman nya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu.

Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagikan kepada orang-orang yang dizalimi nya sementara belum semua kezalimannya tertebus, diambillah kejelekan yang dimiliki oleh orang yang dizaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (Riwayat Muslim).

Dengan demikian, jangan mengawasi orang lain, jangan mengintai gerak nya, jangan membuka aibnya, jangan menyelidikinya, jangan memfitnahnya, jangan menuduhnya tanpa fakta dan lain sebagainya.

Sibuklah dengan diri sendiri gunakan untuk mencari aib sendiri, mencari kekurangan, kelemahan, keburukan dan kebodohan diri sendiri, serta perbaiki aib dan kesalahan sendiri.

Karena kelak akan ditanya (Allah) tanpa kecuali dari hal yang kecil hingga yang besar tentang diri kita sendiri bukan tentang orang lain.

Jika orang yang menutup aib saudaranya akan mendulang keberuntungan luar biasa. Tak hanya di dunia, tapi juga di akhirat kelak.

“Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lainnya di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari Kiamat kelak.” (Riwayat Muslim).
Wallahu a’lam bish shawab.

Aswan Nasution

Aktivis Organisasi Islam Al Jam`iyatul Washliyah, tinggal di Lombok, NTB

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *