oleh

Jajaran Satresnarkoba Polres Metro Jakbar Ungkap Home Industri Narkotika Jaringan Iran

POSKOTA.CO – Pabrik sabu yang sempat digerebek oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Jakbar menggunakan modus baru yaitu bahan baku berbentuk Gel asal Turki lalu diselundupkan ke Indonesia untuk mengelabui petugas.

“Ini modus baru bahan sabu ini berbentuk gel yang sudah 80 persen.Kemudian, Gel ini dilapisi dengan gemuk sehingga dianggap makanan,” terang Yusri di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (9/9/21).

Yusri menambahkan, pabrik produksi sabu ini dikendalikan oleh dua warga negara Iran dengan inisial BF dari FS.

Lanjut Yusri, awal mulanya pelaku BF tiba di Jakarta pada tahun 2019 silam. Kemudian BF mengajak rekannya berinisial FS untuk bisnis barang haram tersebut.

“Sebelumnya pelaku BF ini penah tinggal di Jakbar yaitu Kalideres. Lalu BF pindah ke Tangsel Kelapa Dua,” ujar Yusri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menambahkan bahwa, bahan baku gel tersebut  dikirim sebanyak 55 kg. Namun, setelah diproduksi menjadi 15-16 kg. Gel tersebut diolah  menjadi kristal sabu.

Sabu yang diproduksi kedua tersangka ini memiliki kualitas sangat bagus dan dipasarkan ke wilayah Jakarta.

“Jakarta ini memang mangsa pasar nakoba.Sekalipun sekarang ini sedang masa Covid-19. Namun, pihak kepolisian tetap melakukan pengungkapan. Seperti yang dilakukan anggota satuan reserse narkoba polres metro jakarta barat, ucap Yusri.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juarsa menambahkan bahwa penyelundupan gel ini sebagai bahan pembuatan sabu dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten karena dibalut dengan gemuk.

“Ini tidak bisa terdeteksi dengan sinar X- ray karena gel ini dibungkus dengan gemuk sehingga dianggap makanan,” kata Juarsa.

Atas perbuatannya, kedua warga negara asal iran ini dijerat dengan Pasal 123 ayat 3 subsider Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara seumur hidup atau mati.(Fatar/bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *