oleh

Dua Ormas Nyaris Bentrok, Pemicunya Penarikan Motor

BOGOR – Dua kelompok massa dari dua Ormas berbeda nyaris bentrok di Parung, Bogor. Hal ini dipicu adanya penarikan paksa di jalan motor yang menunggak pembayaran selama beberapa bulan.

Motor yang ditarik adalah milik anak dari pentolan salah satu Ormas. Sementara pelaku penarikan motor berasal dari Ormas berbeda yang tergabung dalam mata elang.

Kepolisian yang melakukan langkah antisipasi meluasnya konflik, lalu turun lokasi. Di TKP, polisi mendapat informasi, jika penarikan motor secara paksa ini, dilakukan oleh Sopian Hadi alias Burik, anggota ormas BPPKB Banten.

Sopian dan rombongan yang tergabung dalam Matel, menarik paksa motor anak dari Ketua Ormas PBNI Kecamatan Gunung Sindur. Pengambilan motor dengan cara paksa ini menimbulkan ketegangan di wilayah Parung, Kabupaten Bogor.

“Penarikan ini diduga terkait dengan keterlambatan pembayaran di leasing MCF. Karena motor diambil paksa oleh matel, memicu reaksi keras dari anggota ormas PBNI,” kata Kapolsek Parung, AKP Doddy Rosjadi Sabtu (18/5/2024).

Kapolsek menjelaskan, pada Jumat malam (17/5/2024), sekitar pukul 20.30 WIB, anggota Unit Intel Polsek Parung, Bripka Komarudin, menerima informasi dari Beny, Ketua Ormas PBNI Kecamatan Parung.

Beny menginfokan mengenai berkumpulnya sekitar 30 anggota ormas PBNI di pool Desa Parung. Berkumpulnya massa ino bermaksud mencari Sopian Hadi untuk menyelesaikan masalah penarikan motor.

“Ketua Ormas PBNI Kecamatan Gunung Sindur telah mencoba menghubungi Sopian Hadi dengan harapan dapat menyelesaikan masalah ini secara musyawarah. Namun, upaya tersebut tidak direspon, sehingga ketegangan semakin meningkat,” kata Kapolsek.

Menanggapi situasi ini, Polsek Parung segera berkoordinasi dengan Ketua BPPKB Banten Ciseeng, Mulyadi.
Setelah berkomunikasi, Mulyadi berjanji bahwa masalah ini akan diselesaikan pada hari ini Sabtu, 18 Mei 2024.

Untuk menghindari eskalasi, Kapolsek Parung mengimbau kepada anggota ormas PBNI yang sudah berkumpul agar segera membubarkan diri.
Berkat tindakan cepat dan koordinasi yang efektif dari Kapolsek Parung, potensi konflik berhasil diredam, dan ketegangan di wilayah hukum Polsek Parung dapat dikelola dengan baik.

“Kami mengapresiasi kerjasama dari semua pihak yang telah membantu menjaga situasi tetap kondusif. Kami memastikan bahwa masalah ini akan diselesaikan secara damai antara kedua belah pihak dipertemukan di Polsek parung pada hari Sabtu 18 Mei 2024 ,” ujar AKP Doddy Rosjadi. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *