oleh

BP2MI Tanda Tangani Kerja Sama dengan Takumi Koba dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud

POSKOTA.CO – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) tanda tangani kerja sama dengan PT Koba dan Bupati Kepulauan Talaud terkait pelantihan, persiapan hingga keberangakat pekerja migran untuk disalurkan bekerja ke Jepang.

“BP2MI sangat mengapresiasi kepedulian Bupati Kepulauan Talaud yang telah berdedia menyediakan anggaran untuk menyediakan tempat, membiayai pelatihan pekerja migran Indonesia hingga mereka siap diberangkatkan ke negara tujuan untuk bekerja,” kata Ketua BP2MI, Benny Rhamdani, usai acara MoU bersama PT Koba dan Bupati Kepalauan Talaud, Selasa (23/2/2021), di Kantor BP2MI, Jakarta.

Menurut Benny, sejauh ini baru dua pemerintahan daerah, yakni Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud yang telah melaksanakan Peraturan Menteri Ketenagakerjaanan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Komunitas Pekerja Migran di Desa Migran Produktif. “Tentu kami harus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kedua pemerintah daerah tersebut, yang mendukung BP2MI dengan menyisihkan anggaran untuk menyediakan tempat juga pelatihan kepada pekerja migran yang akan berangkat ke luar negeri,” kata Benny. “Karena langkah ini tidak lain untuk melindungi pekerja migran agar tak terlilit hutang kepada pihak ketiga seperti yang banyak terjadi sebelumnya. Negara harus selalu ada dimana pun, termasuk mempersiapkan para pekerja migran yang mau berjuang bekerja di negeri orang,. Pekerja migran harus dilayani dengan baik karena mereka termasuk penyumbang terbesar devisa negara di luar minyak dan gas,” sambungnya.

Sementara itu Bupati Kepulauan Talaud Elly E Lasut mengaku bangga dapat bekerja sama dengan BP2MI. “Kami ingin memaksimalkan peluang yang telah dibuka oleh BP2MI sekaligus untuk mengentaskan angka kemiskinan di masyarakat kami,” kata Elly. “Sebanyak 1.500 anak muda kami telah kami persiapkan dalam pelatihan dan kini mereka telah siap untuk diberangkatkan sebagai pekerja migran di Jepang,” tambahnya. (dk)

 

 

 80 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *