oleh

Bima Arya: Kota Bogor Terus Berjuang untuk Mengusung Keberagaman

POSKOTA. CO – Wali Kota Bogor Bima Arya memberikan sambutan secara virtual dalam kegiatan seminar dan teater kebudayaan bertajuk ‘Membaca Masa Depan Toleransi Indonesia: Ikhtiar Anak Bangsa dalam Merawat Kebhinekaan Demi Indonesia Emas 2045’.

Acara yang digelar oleh PB Inspira Bogor Raya di IICC Botani Square, Senin (16/11/2020) ini, bertepatan dengan peringatan Hari Toleransi Internasional.

“Ini isu yang sangat penting terkait dengan toleransi dan pluralisme. Hari ini kita semua diuji bagaimana kita tetap bisa berangkat dari semangat para pendiri bangsa kita, mengutamakan kebersamaan dan mengapresiasi keberagaman,”kata Bima Arya.

Bima Arya mengamati, bagaimana hari ini polarisasi karena berbagai macam alasan terus terjadi.

Ada alasan politik, ada alasan-alasan kultural dan lain-lain sehingga mengakibatkan berbagai macam persoalan sosial di Indonesia ini.

Ada ekstrim kanan ada spektrum kiri dan lain-lain. Padahal republik ini harus tetap di tengah, padahal Indonesia itu ideologinya adalah Pancasila yang mengakomodir semua keberagaman.

“Saya khawatir kalau kita tidak sama-sama komitmen pada isu keberagaman atau pluralisme ini maka tinggal tunggu waktunya bangsa ini terpecah belah,” ujarnya.

Menurut Bima, isu toleransi dan keberagaman ini tak kalah penting dari isu-isu lainnya, yakni transparansi, anti korupsi, dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Isu ini juga harus menjadi isu yang diusung bersama, bagaimana kita semua selalu fokus kepada cita-cita pendiri bangsa kita.

Jangan sampai sektarianisme, politisasi agama, kemudian politisasi identitas lokal ini mengemuka.

“Kita mengamati bagaimana isu ini selalu terjadi dalam berbagai kesempatan,” kata Bima

“Sesungguhnya ini tidak hanya gejala di Indonesia tetapi di belahan dunia lain pun begitu. Amerika pun didera dengan isu politik identitas dan saya termasuk orang yang gembira ketika politik identitas ini bisa dikendalikan oleh mayoritas rakyat Amerika pasca kekalahan Donald Trump disana,” tambahnya.

Ia berharap, rasionalitas dan integritas kita akan mampu mengalahkan politik sektarian yang terus mengemuka.

“Ini berbahaya, bukan hanya mengkhianati cita-cita pendiri bangsa kita, tetapi politik identitas ini bisa memupus kompetensi dan integritas. Orang-orang yang punya kompeten, orang-orang yang dibutuhkan dan ditunggu oleh warga mungkin tidak akan bisa tampil karena kalah oleh isu identitas. Banyak orang-orang hebat bisa bekerja dengan baik tetapi tidak mampu ketika diserang dengan isu identitas ini. Jadi, politik kita side back ke belakang,” ungkap Bima.

Kota Bogor, lanjut Bima, terus berjuang untuk mengusung isu keberagaman, banyak sekali cerita-cerita local wisdom di Kota Bogor yang terus mengalir dari masa ke masa.

“Kita punya Bogor Street Festival atau Cap Go Meh, kita punya berbagai macam helaran kebudayaan yang terus dijaga dan ada sampai saat ini dan di Kota Bogor sepanjang sejarah tidak pernah ada pertikaian, pertumpahan darah, konflik horizontal, vertikal atas nama identitas, tidak pernah ada. Mari kita jaga bersama-sama,”tegasnya. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *