oleh

Bawaslu Depok Harus Ambil Tindakan Tegas Caleg yang Terbukti Bagi Uang

DEPOK – Sejumlah tokoh pemuda Kota Depok berharap jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok hendaknya mengambil langkah tegas dengan mencoret atau membatalkan bakal calon legislatif (Bacaleg) yang melanggar aturan saat Pemilu tahun 2024 lalu dengan membagi bagikan uang atau money politik ke masyarakat.
Dugaan adanya permainan uang dengan cara membagi bagikan atau money politik ke masyarakat dari Abdul Khoir (AK) oknum Bacaleg dapil Cilodong dan Tapos sangat terlihat, kata Nurshalat, tokoh Muda Kota Depok, Sabtu (23/2).
Permaian ‘kotor’ di Pemilu tahun 2024 yang dilakukan oknum tersebut sangat tidak pantas dan harus mendapatkan sanksi tegas dari Bawaslu dan KPU Kota Depok terlebih bukti dan informasi dari masyarakat sudah ada.
Menurut dia, duagaan sebar uang ke pemilih atau masyarakat intinya untuk mendapatkan suara banyak agar dapat melenggang ke gedung DPRD Depok. “Harus diambil tindakan tegas kalau perlu dibatalkan pencalonannya. Apalagi oknum tersebut pernah mendekam di jeruji besi selama empat tahun akibat dugaan korupsi di Kementerian PUPR beberapa tahun lalu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Depok, Fathul Arif melalui stafnya, Ichsan Nusapati, menegaskan pihaknya tentunya akan memberikan sanksi tegas jika laporan terkait adanya money politik memiliki bukti kuat dari pelapor atau masyarakat.
Terkait Bacaleg tersebut mantan narapidana, imbuh dia, sesuai surat resmi PN Depok ternyata tidak dalam sengketa selama lima tahun belakangan ini dan tidak ada manipulasi surat keterangan yang bersangkutan.
Sedangkan, Ketua KPU Depok, Willi Sumarli, menambahkan sesuai peraturan PKPU nomorb10 tahun 2023 oknum Bacaleg AK telah melewati jangka waktu lima tahun setelah menjadi narapidana sesuai keputusan PN Depok yang berkekuatan hukum tetap. “Yang bersangkutan juga telah menyerahkan salinan putusan tersebut saat mendaftar untuk menjadi Bacaleg,” katanya. (anton)

teks foto:
Barang bukti berupa amplop, uang dan stiker yang sempat disebar ke pemilih saat Pemilu tahun 2024. (istimewa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *