WASIT VOLI PUTRI MENGECEWAKAN – Poskota.co

WASIT VOLI PUTRI MENGECEWAKAN

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Tim bola voli putri Jakarta Pertamina Energi (JPE) menang secara dramatis atas tim voli asal Jawa Timur, Gresik Petrokimia pada laga akhir putaran pertama final four Proliga 2016, Bandung, Minggu malam.

JPE menang 3-1 atas Gresik, namun kemenangan tersebut harus dibayar mahal dengan cederanya pemain JPE, Agustin Wulandari, pemain bernomor punggung 10 yang diperkirakan terkilir di set ketiga.

Kemudian, di pihak Gresik juga jatuh cedera lengan kanan yang dialami oleh Yulis Indah Yani. Pertandingan berlangsung sengit, dengan adanya reli poin yang panjang.

Penanganan penyelenggara terhadap pemain cedera terlihat kurang cekatan. Agustin bahkan sempat mengerang kesakitan di tengah lapangan menahan rasa sakit sebelum harus “dibopong” ke luar pertandingan setelah hampir lima menit.

Tandu baru disediakan setelah Agustin berada di pinggir lapangan dan sudah dalam penanganan, itupun setelah pertandingan berjalan kembali selama 15 menit.

Bahkan tim medis harus dipanggil melalui pengeras suara GOR berkali-kali ketika pertandingan masih berlangsung.

Pelatih voli putri Petrokimia Gresik Li Huan Ning usai pertandingan mengatakan, bahwa mengubah keputusan berkali-kali belum pernah ada sejarahnya di voli China.

“Kalau di negara saya wasit seperti itu tidak pernah dipakai lagi dalam pertandingan apapun,” kata Li.

Sementara itu, pelatih tim Jakarta Pertamina Energi Risco Herlambang juga mengiyakan atas pernyataan pelatih Gresik Petrokimia.

“Memang beberapa sempat terjadi kesalahpahaman wasit, namun ia juga manusia, tidak sepenuhnya benar, begitulah permainan,” kata Risco.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.