RIO HARYANTO BERHENTI DARI AJANG F1 – Poskota.co

RIO HARYANTO BERHENTI DARI AJANG F1

POSKOTA.CO – Berita mengejutkan datang dari pembalap kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto. Pasalnya, laki-laki kelahiran Surakarta, 22 Januari 1993 tersebut dipastikan berhenti dari Manor Racing Team sebagai pembalap reguler di paruh kedua ajang balap bergengsi Formula 1 (F1) 2016 ini.

Rio Haryanto mengaku kecewa dengan pemutusan kontrak balap di F1 oleh Manor Racing Team. Namun, dia tak bisa berbuat apa-apa karena pendanaan yang didapatkannya tak bisa memenuhi kewajiban seperti yang tertuang dalam kontrak dengan Manor.

Rio menyatakan tetap merasa bersyukur bisa merasakan kerasnya balap mobil paling bergengsi sejagat itu musim ini. Dia pun berterima kasih atas dukungan masyarakat Indonesia selama dia membalap sebanyak 12 seri hingga GP Jerman dua pekan lalu.

“Terima kasih atas support yang sangat besar dari masyarakat Indonesia, sayangnya musim ini harus berakhir di seri GP Jerman karena support dana tidak ada lagi untuk memenuhi persyaratan kontrak Manor,” ujar Rio, Rabu (10/8).

Manor Racing Team secara resmi menyatakan telah memutuskan kontrak dengan Rio Haryanto. Mereka menyatakan akan tetap mendukung Rio bertahan di ajang F1 dengan menawarkan menjadi pembalap cadangan untuk sisa musim F1 tahun ini.

Dalam pernyataan resminya Manor menyatakan, Rio tak mampu memenuhi kewajibannya seperti tertuang dalam kontrak. Rio gagal memenuhi kewajiban pendanaan sebesar 15 juta euro. Dia hanya sanggup memberikan 8 juta euro saja sehingga kekurangan dana sebesar 7 juta euro.

Manor Racing berbaik hati untuk memberikan kesempatan kepada Rio tampil hingga seri ke-12, GP Jerman. Selain itu, Manor juga masih memberi waktu kepada manajemen Rio untuk mencari dana agar dapat melunasi kewajibannya.

Dari kesempatan-kesempatan yang telah diberikan, manajemen Rio kesulitan tetap tak bisa melunasinya karena sulitnya mendapatkan sponsor sehingga Manor mengambil langkah tegas. “Rio merupakan anggota tim kami yang sangat berharga sejak Januari saat kami mengontraknya untuk musim ini. Beberapa waktu lalu, manajemen Rio mengindikasikan mereka kesulitan memenuhi kewajiban dalam kontraknya setelah GP Hungaria,” kata Dave Ryan, Racing Director Manor Racing.

“Manajemen Rio Haryanto telah bekerja keras untuk memecahkan masalah ini dengan sponsor mereka dari Indonesia, dan kami memberikan dukungan penuh kepada mereka, termasuk memberikan kesempatan kepada Rio membalap di Jerman. Sayangnya, kami sudah mencapai titik di mana kami harus mencari opsi lain untuk sisa musim ini demi kebaikan tim,” pungkas Dave Ryan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)