EKO YULI PERSEMBAHKAN PERAK OLIMPIADE RIO – Poskota.co
Saturday, September 23

EKO YULI PERSEMBAHKAN PERAK OLIMPIADE RIO

POSKOTA.CO – Cabang olahraga angkat besi kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia di Olimpiade Ke-31 Rio de Janeiro 2016. Lifter putra Eko Yuli Irawan sukses meraih medali perak.

Turun di kelas 62 kg, Eko Yuli mencatat total angkatan 312 kg di Riocentro Pavilion 2, Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (9/8) pagi WIB.

Pada angkatan snatch, Eko Yuli mampu mengangkat beban 142 kg. Sementara dua angkatan lainnya seberat 146 kg gagal dilakukan. Di angkatan clean & jerk, lifter berusia 27 tahun itu sukses mengangkat beban seberat 170 kg.

Eko Yuli coba mengangkat beban seberat 176 kg pada angkatan ketiga. Sayangnya, usaha itu gagal sehingga total angkatannya hanya mencapai 312 kg.

Medali emas direbut atlet Kolombia, Oscar Albeiro Figueroa Mosquera, dengan total angkatan 318 kg. Figueroa mengangkat beban 142 kg pada angkatan snatch dan 176 kg pada angkatan clean & jerk.

Lifter Kazakhstan, Farkhad Kharki, membawa pulang medali perunggu dengan total angkatan 305 kg. Kharki mengangkat beban seberat 135 kg pada angkatan snatch dan 170 kg pada angkatan clean & jerk.

Pertandingan kelas 62 kg putra tersebut diwarnai dengan tersisihnya lifter Tiongkok pemegang rekor dunia clean and jerk, Chen Lijun. Lifter Tiongkok yang sempat difavoritkan tersebut mengalami cedera kaki kanan ketika mencoba angkatan snatch 143 kilogram.

Indonesia sebenarnya memiliki dua wakil di kelas 62 kg putra. Namun, Muhamad Hasbi hanya menempati posisi ketujuh dengan total angkatan 290 kg.

Pada angkatan snatch, Hasbi gagal pada percobaan pertama dengan beban 125 kg. Namun pada angkatan kedua, Hasbi sukses mengangkat beban sebesar 130 kg.

Sayangnya pada angkatan ketiga seberat 134 kg, Hasbi kembali gagal. Sehingga total angkatan snatch-nya hanya 130 kg.

Sementara di clean and jerk, Hasbi hanya sukses mengangkat beban seberat 160 kg. Sedangkan dua percobaan lainnya, seberat 169 kg dan 173 kg gagal dilakukan.

Bagi Eko Yuli, medali perak di Olimpiade Rio de Janeiro ini adalah medali Olimpiade ketiga yang dia sumbangkan untuk Indonesia. Dia sebelumnya meraih perunggu di Olimpiade Beijing 2008 dan perunggu lagi di Olimpiade London 2012.

Indonesia kini telah mengumpulkan dua medali perak di Olimpiade Rio 2016. Medali perak sebelumnya juga datang dari cabang angkat besi, yakni atas nama Sri Wahyuni Agustiani di kelas 48 kg putri. Indonesia masih berpeluang menambah medali melalui kelas 69 kg dan 77 kg putra. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)