EKO YULI PERSEMBAHKAN PERAK OLIMPIADE RIO – Poskota.co

EKO YULI PERSEMBAHKAN PERAK OLIMPIADE RIO

POSKOTA.CO – Cabang olahraga angkat besi kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia di Olimpiade Ke-31 Rio de Janeiro 2016. Lifter putra Eko Yuli Irawan sukses meraih medali perak.

Turun di kelas 62 kg, Eko Yuli mencatat total angkatan 312 kg di Riocentro Pavilion 2, Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (9/8) pagi WIB.

Pada angkatan snatch, Eko Yuli mampu mengangkat beban 142 kg. Sementara dua angkatan lainnya seberat 146 kg gagal dilakukan. Di angkatan clean & jerk, lifter berusia 27 tahun itu sukses mengangkat beban seberat 170 kg.

Eko Yuli coba mengangkat beban seberat 176 kg pada angkatan ketiga. Sayangnya, usaha itu gagal sehingga total angkatannya hanya mencapai 312 kg.

Medali emas direbut atlet Kolombia, Oscar Albeiro Figueroa Mosquera, dengan total angkatan 318 kg. Figueroa mengangkat beban 142 kg pada angkatan snatch dan 176 kg pada angkatan clean & jerk.

Lifter Kazakhstan, Farkhad Kharki, membawa pulang medali perunggu dengan total angkatan 305 kg. Kharki mengangkat beban seberat 135 kg pada angkatan snatch dan 170 kg pada angkatan clean & jerk.

Pertandingan kelas 62 kg putra tersebut diwarnai dengan tersisihnya lifter Tiongkok pemegang rekor dunia clean and jerk, Chen Lijun. Lifter Tiongkok yang sempat difavoritkan tersebut mengalami cedera kaki kanan ketika mencoba angkatan snatch 143 kilogram.

Indonesia sebenarnya memiliki dua wakil di kelas 62 kg putra. Namun, Muhamad Hasbi hanya menempati posisi ketujuh dengan total angkatan 290 kg.

Pada angkatan snatch, Hasbi gagal pada percobaan pertama dengan beban 125 kg. Namun pada angkatan kedua, Hasbi sukses mengangkat beban sebesar 130 kg.

Sayangnya pada angkatan ketiga seberat 134 kg, Hasbi kembali gagal. Sehingga total angkatan snatch-nya hanya 130 kg.

Sementara di clean and jerk, Hasbi hanya sukses mengangkat beban seberat 160 kg. Sedangkan dua percobaan lainnya, seberat 169 kg dan 173 kg gagal dilakukan.

Bagi Eko Yuli, medali perak di Olimpiade Rio de Janeiro ini adalah medali Olimpiade ketiga yang dia sumbangkan untuk Indonesia. Dia sebelumnya meraih perunggu di Olimpiade Beijing 2008 dan perunggu lagi di Olimpiade London 2012.

Indonesia kini telah mengumpulkan dua medali perak di Olimpiade Rio 2016. Medali perak sebelumnya juga datang dari cabang angkat besi, yakni atas nama Sri Wahyuni Agustiani di kelas 48 kg putri. Indonesia masih berpeluang menambah medali melalui kelas 69 kg dan 77 kg putra. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Permohonan Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan akademisi ke Mahkamah Konstitusi (MK) sejalan dengan isi Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Bahkan, dalam RUU tersebut hukuman perzinaan akan diperberat dari sembilan bulan penjara menjadi terancam lima tahun penjara. Pemerintah menanggapi permohonan akademisi terkait permintaan kriminalisasi lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dan kumpul kebo, di mana materi itu juga masih dibahas di dalam DPR. Sebagai contoh, dalam Pasal 484 Ayat (1) Huruf e RUU KUHP berbunyi, "Laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan dipidana lima tahun penjara". Pandangan pemerintah dalam hal ini disampaikan oleh Direktur Litigasi Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham Yunan Hilmy dalam sidang lanjutan uji materi KUHP di ruang sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (19/7). Yunan menyebut, pembahasan RUU ini terkesan lambat karena ada beberapa kendala. "Lamanya penyusunan RUU KUHP dipengaruhi banyaknya dinamika di antaranya masalah budaya, agama serta hal-hal lain yang dalam implementasinya harus dapat diukur secara jelas," kata Yunan. Sebab, dalam merumuskan ketentuan pidana berbeda dengan merumus ketentuan lain. Yunan mengatakan, untuk mengukur suatu norma pidana harus dapat dibuktikan secara hukum sehingga untuk dapat memutus suatu norma pidana memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu, pemerintah mengatakan para pemohon dapat memberikan masukan hal ini kepada pemerintah atau DPR. "Dalam rangka turut serta mengatasi problematika pembahasan RUU KUHP, para pemohon dapat memberikan sumbangan pemikirannya terhadap materi RUU KUHP terutama masalah perzinaan, pemerkosaan dan homoseksual. Materi RUU KUHP itu masih dibahas di DPR, dan akhir Agustus mendatang akan kembali dirapatkan usai masa reses DPR. Hukum Penjara Sebelumnya, Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan para akademisi lain meminta homoseks dan pelaku kumpul kebo dihukum penjara. Mereka meminta Mahkamah Konstitusi menafsir ulang Pasal 292. Selain Euis, ikut pula menggugat para akademisi lainnya yaitu Rita Hendrawaty Soebagio SpPsi, MSi, Dr Dinar Dewi Kania, Dr Sitaresmi Sulistyawati Soekanto, Nurul Hidayati Kusumahastuti Ubaya SS, MA, Dr Sabriaty Aziz. Ada juga Fithra Faisal Hastiadi SE, MA, MSc, PhD, Dr Tiar Anwar Bachtiar SS, MHum, Sri Vira Chandra D SS, MA, Qurrata Ayuni SH, Akmal ST, MPdI dan Dhona El Furqon SHI, MH. (*)