KALAU ADA ORKES, SEMERU KELUAR WEDUS GEMBEL – Poskota.co

KALAU ADA ORKES, SEMERU KELUAR WEDUS GEMBEL

15semeruPOSKOTA.CO – Gunung Semeru menyemburkan abu vulkanik cukup besar. Warga Lumajang geger, karena sempat keluar asap menyerupai wedus gembel (kambing jawa), Sabtu(13/2). Mitos yang beredar di warga Sumberurip Kecamatan Pronojiwo bahwa Semeru akan murka jika warga sekitar melakukan aktifitas kemaksiatan.

“Selama dua hari Sumberurip diguyur hujan dan sebelum kejadian semburan abu vulkanik malam harinya ada orkes,” ujar Ita salah seorang warga Sumberurip yang kini menetap di Lumajang, Minggu (14/02/2016).

Sejak dulu, warga Sumberurip meyakini jika ada acara seperti orkes atau tayuban maka gunung Semeru akan bereaksi. kadang reaksinya hanya menyemburkan abu vulkanik kecil atau mengeluarkan suara gemuruh yang cukup menakutkan.

“Ini sudah menjadi mitos dan sudah sering terjadi jika ada orkes atau kegiatan yang mengarah kepada kemaksiatan pasti Semeru akan bereaksi,” jelasnya.

Saat ini aktifitas warga Sumberurip tidak terganggu dengan kejadian semburan abu vulkanik. Warga masih belum merasa aktifitas gunung Semeru tidak berbahaya dan tidak mengganggu kegiatan warga sekitar. “Aktifitas warga tidak terganggu mas, saya ngecek ke keluarga di Sumberurip” pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)