ZIKA SERANG 341 WARGA SINGAPURA, DELAPAN DI ANTARANYA WANITA HAMIL – Poskota.co

ZIKA SERANG 341 WARGA SINGAPURA, DELAPAN DI ANTARANYA WANITA HAMIL

POSKOTA.CO – Wabah Zika di Singapura masih berlanjut. Sejak pertama kali diumumkan adanya pasien Zika lokal pada 27 Agustus lalu, jumlah pasien infeksi virus Zika di Singapura sudah mencapai 341 orang.

Ministry of Health dan National Environment Agency Singapura menyebut, dari 341 orang pasien Zika, delapan di antaranya merupakan wanita hamil. Saat ini, pasien-pasien tersebut sudah mendapat pengawasan ketat dari dokter, sebagaimana dilansir Reuters.

Virus Zika menjadi ancaman bagi ibu hamil, karena dipercaya dapat meningkatkan risiko anak yang lahir mengalami mikrosefali, kondisi di mana ukuran lingkar kepala anak lebih kecil dari normal. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah anak lahir dengan mikrosefali di Brasil sejak virus Zika merebak pada 2014.

Laman Strait Times juga menyebutkan, ada penurunan tren infeksi baru dalam beberapa hari terakhir. Hal ini dibuktikan dengan tidak ditemukannya kasus baru virus Zika pada Selasa (13/9), meskipun pada Rabu (14/9) ditemukan ada empat kasus baru.

Penemuan kasus baru masih terkonsentrasi di daerah Aljunied Crescent, Bedok North Avenue 3, Joo Seng Road, Bishan Street 12, Elite Terrace in Siglap, Ubi Avenue 1 dan Circuit Road. Upaya pembasmian sarang nyamuk masih dilakukan dengan fogging di sekitar daerah perumahan.

Sebelumnya dilaporkan, otoritas kesehatan Thailand mengonfirmasi sudah ada 200 kasus Zika yang terdeteksi di Negeri Gajah Putih tersebut sejak Januari 2016. Hal ini terungkap setelah publik menuntut transparansi dari pemerintah terkait risiko virus Zika di Thailand.

Sekitar 16 dari 76 provinsi yang ada di Thailand sejak Januari 2016 sebetulnya telah dikonfirmasi memiliki kasus Zika. Menurut Uwannachai Wattanayingcharoenchai, juru bicara dari Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, hingga sekarang sudah ada 30 wanita hamil yang positif terinfeksi dimonitor ketat, dan enam di antaranya sukses melahirkan tanpa ada kecacatan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)