Tergiur Kemolekan Anak Tiri – Poskota.co

Tergiur Kemolekan Anak Tiri

Tergiur Kemolekan Anak TiriPOSKOTA.CO – Sebagai bapak tiri seharusnya Rom, melindungi dan mendidik Is, gadis yang masih duduk di bangku SMP bawaan istri keduanya. Tapi yang dilakukan pria bapak bejad itu justru merkosa berulang kali.

Rom, kepada polisi mengaku terus terang tergiur dengan kemolekan anak tirinya yang masih belia. Ibarat buah mangga setengah matang bergantungan di pohon.

Is, diruda paksa bapak tirinya ketika masih duduk di bangku klas VI. Kala itu gadis yang baru beranjak  dewasa tersebut pulang sekolah terus ganti baju.

Rupanya sang bapak bejat sudah lama menyiapkan pengintaian.

Begitu melepas pakaian sekolah Is langsung ditubruk dan diancam. Waktu kejadian, ibunya sedang bepergian. Meski meronta Is pun akhirnya pasrah karena ketakutan.

Sejak peristiwa itu, Is selalu dijadikan budak seks ketika ayah tirinya tak kuasa menahan syahwat liarnya. “Seingat saya pada bulan Agustus saya merkosa anak tiri,” katanya pelan.

Tak kuat menahan kebejatan bapaknya Is, ngadu ke ibunya Ny. Rus,55. Bagai disambar petir di siang hari sang ibu mendengar kisah pilu puterinya langsung melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Baturaja, Minggu (2/2/2014).

Kapolres OKU AKBP Mulyadi didampingi Kanit Pidum Iptu Yuliko mengatakan tersangka dibekuk di rumahnya tanpa perlawanan.

“Atas perbuatannya tersangka akan kita kenakan UU No 23 Tahun 2002 pasal 81 ayat 1 dan 2 dan pasal 82 dengan ancaman hukuman 15 tahun,” kata Kapolres. (djoko)

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)