PENERIMA TRANSPLANTASI WAJAH PERTAMA AKHIRNYA MENINGGAL – Poskota.co

PENERIMA TRANSPLANTASI WAJAH PERTAMA AKHIRNYA MENINGGAL

POSKOTA.CO – Isabelle Dinoire, perempuan asal Perancis, orang pertama yang melakukan transplantasi wajah, telah meninggal dunia. Informasi kematian dirinya diumumkan oleh sebuah rumah sakit di wilayah Amiens, Perancis bagian utara, seperti dilaporkan kantor berita AFP, Selasa (6/9).

Pihak rumah sakit mengonfirmasi kematian Dinoire, “pasien pertama di dunia yang menerima transplantasi wajah dalam sebuah operasi oleh Profesor Bernard Devauchelle dan Jean Michel Dubernard, dua orang dokter bedah asal Perancis dan timnya pada 27 November 2005”.

Dinoire melakukan transplantasi wajah setelah hidung dan mulutnya mengalami kerusakan karena digigit anjing peliharannya pada 2005. Saat itu, anjing Labrador miliknya mencoba membangunkan ia yang tertidur akibat mengonsumsi obat tidur berlebihan. Karena panik, hewan berkaki empat itu justru menggerogoti wajah pemiliknya.

Setelah transplantasi, Dinoire memiliki hidung dan mulut yang baru. Namun, kondisi dirinya terus melemah akibat penggunaan obat immunosuppressant –yang memperlemah kekebalan agar tubuh tidak menolak organ baru– membuat tubuhnya semakin lemah sehingga dia diserang kanker, dan pada April 2016 meninggal di usia 49 tahun setelah sakit panjang. Berita kematian Dinoire dengan sengaja tidak diumumkan saat itu untuk menghormati privasi keluarga.

Sebelumnya pada 2009, Dinoire mengatakan pada BBC akan selalu ada pendonor yang dapat membantunya sukses melakukan transplantasi wajah. Ia sangat senang dapat melakukan operasi, meski cukup tertekan dengan perhatian media dan banyak orang atas keadaan dirinya.

Beberapa tahun terakhir, transplantasi wajah telah dilakukan di beberapa negara lainnya, di antaranya adalah Amerika Serikat, Spanyol, Turki, Tiongkok dan Polandia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)