PEMBUAT KARIKATUR HUJAT ISLAM ASAL YORDANIA DITEMBAK MATI – Poskota.co

PEMBUAT KARIKATUR HUJAT ISLAM ASAL YORDANIA DITEMBAK MATI

POSKOTA.CO – Seorang pria bersenjata menembak mati penulis asal Yordania, Nahed Hattar, pada Minggu (25/9). Hattar ditembak mati dengan tiga kali tembakan saat berada di luar gedung pengadilan di Amman.

Hattar ditahan pada Agustus lalu selama 15 hari, dan baru akan menghadiri sidang akibat perbuatannya karena membuat karikatur yang menghina Islam yang ia sebarkan lewat media sosial, sebagaimana dilaporkan kantor berita Yordania, Petra, seperti dikutip Reuters.

Sedangkan penembaknya langsung ditangkap di tempat kejadian perkara. “Sang penyerang telah ditahan dan investigasi tengah berlangsung,” lapor Petra mengutip sumber keamanan.

Dua saksi mata mengatakan, pria bersenjata itu berjenggot dan berusia sekitar 50-an. Dia mengenakan pakaian tradisional Arab dishashada yang biasa dikenakan kaum ultrakonservatif Salafi.

Hattar merupakan penganut agama Kristen dan aktivis anti-Islam. Ia merupakan pendukung berat Presiden Suriah Bashar Assad. Dalam karikatur yang digambarnya, terlihat seorang laki-laki dengan jenggot lebat sedang merokok di tempat tidur dengan seorang wanita. Ia meminta Tuhan untuk mengambilkannya anggur dan kacang mede untuknya.

Banyak kaum muslim konservatif Yordania sangat marah dengan karikatur yang digambarkan oleh Hattar. Mereka meminta Hattar untuk diadili.

Sebelum mati, Hattar sempat meminta maaf kepada rakyat Yordania. Ia mengaku tidak pernah bermaksud menghina Tuhan. Ia hanya menghina kaum Sunni fundamentalis atas persepsinya terhadap surga. Ia bahkan menuding para musuh Islam menggunakan kartunnya untuk memojokkannya, demikian Reuters. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)