ORANG TERTUA SAAT INI MBAH GOTHO ASAL BUMI SUKOWATI – Poskota.co

ORANG TERTUA SAAT INI MBAH GOTHO ASAL BUMI SUKOWATI

POSKOTA.CO – Sodimejo atau Mbah Gotho, seorang kakek yang tinggal di Dukuh Segeran, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah, kini menjadi sorotan. Kakek berusia 146 tahun ini disebut-sebut jadi manusia tertua di dunia.

Mbah Gotho lahir pada 31 Desember 1870 melalui dokumen dan KTP yang dimilikinya. Mbah Gotho mengaku sudah siap-siap meninggal pada 1992. Ia bahkan menyiapkan batu nisan saat itu. Namun 24 tahun kemudian, ia masih hidup. “Saya hanya menginginkan untuk bisa mati,” ujar Mbah Gotho, seperti dilansir Independet, Selasa (30/8).

Mbah Gotho sepertinya sudah ingin menyusul 10 saudara kandung, keempat istri, dan anak-anaknya yang justru lebih dulu meninggalkannya. Selama tiga bulan terakhir kondisi tubuhnya pun semkain lemas. Untuk kegiatan seperti mandi dan makan pun, dia harus dibantu oleh keluarganya. Sehari-hari ia hanya bisa mendengarkan radio karena matanya sudah sulit menonton televisi.

Ketika ditanya resep umur panjang, ia hanya menyebut sabar. “Resepnya cuma sabar,” kata Mbah Gotho yang hidup bersama cucunya, Suryanto.

Sebelumnya, gelar orang tertua dipegang oleh warga negara Perancis, Jeanne Calment, yang berusia 122 tahun ketika meninggal dunia. Usia tersebut 24 tahun lebih muda dari Mbah Gotho.

Selain Mbah Gotho, sejumlah orang mengklaim telah memecahkan rekor Jeanne Calment, seperti warga negara Nigeria, James Olofintuyi, yang mengaku berusia 171, dan Dhaqabo Ebba dari Ethiopia, berusia 163 tahun. Hanya saja mereka tidak memiliki dokumen resmi untuk memverifikasi umur tersebut, sehingga gelar orang tertua diberikan pada Mbah Gotho.

Mbah Gotho bercerita sudah melihat pembangunan pabrik gula di wilayah Desa Kedung Banteng, Gondang, Sragen. Pembangunan pabrik gula Kedung Banteng, Gondang itu diketahui dilakukan pada 1880.

Dari cerita tersebut pula diyakini tanggal lahir Mbah Gotho yang tertera di kartu identitas dan revisi Kartu Keluarga adalah benar yakni 31 Desember 1870.

Jika bukti-bukti Mbah Gotho lahir pada tanggal tersebut di atas benar, Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto berjanji mencari pengakuan resmi, dan memasukkan Mbah Gotho sebagai manusia tertua di dunia.

Sebelumnya, Kantor Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Sragen mengadakan penelusuran sejarah. Ternyata, manusia tertua di dunia saat ini hidup di Bumi Sukowati tersebut. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Permohonan Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan akademisi ke Mahkamah Konstitusi (MK) sejalan dengan isi Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Bahkan, dalam RUU tersebut hukuman perzinaan akan diperberat dari sembilan bulan penjara menjadi terancam lima tahun penjara. Pemerintah menanggapi permohonan akademisi terkait permintaan kriminalisasi lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dan kumpul kebo, di mana materi itu juga masih dibahas di dalam DPR. Sebagai contoh, dalam Pasal 484 Ayat (1) Huruf e RUU KUHP berbunyi, "Laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan dipidana lima tahun penjara". Pandangan pemerintah dalam hal ini disampaikan oleh Direktur Litigasi Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham Yunan Hilmy dalam sidang lanjutan uji materi KUHP di ruang sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (19/7). Yunan menyebut, pembahasan RUU ini terkesan lambat karena ada beberapa kendala. "Lamanya penyusunan RUU KUHP dipengaruhi banyaknya dinamika di antaranya masalah budaya, agama serta hal-hal lain yang dalam implementasinya harus dapat diukur secara jelas," kata Yunan. Sebab, dalam merumuskan ketentuan pidana berbeda dengan merumus ketentuan lain. Yunan mengatakan, untuk mengukur suatu norma pidana harus dapat dibuktikan secara hukum sehingga untuk dapat memutus suatu norma pidana memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu, pemerintah mengatakan para pemohon dapat memberikan masukan hal ini kepada pemerintah atau DPR. "Dalam rangka turut serta mengatasi problematika pembahasan RUU KUHP, para pemohon dapat memberikan sumbangan pemikirannya terhadap materi RUU KUHP terutama masalah perzinaan, pemerkosaan dan homoseksual. Materi RUU KUHP itu masih dibahas di DPR, dan akhir Agustus mendatang akan kembali dirapatkan usai masa reses DPR. Hukum Penjara Sebelumnya, Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan para akademisi lain meminta homoseks dan pelaku kumpul kebo dihukum penjara. Mereka meminta Mahkamah Konstitusi menafsir ulang Pasal 292. Selain Euis, ikut pula menggugat para akademisi lainnya yaitu Rita Hendrawaty Soebagio SpPsi, MSi, Dr Dinar Dewi Kania, Dr Sitaresmi Sulistyawati Soekanto, Nurul Hidayati Kusumahastuti Ubaya SS, MA, Dr Sabriaty Aziz. Ada juga Fithra Faisal Hastiadi SE, MA, MSc, PhD, Dr Tiar Anwar Bachtiar SS, MHum, Sri Vira Chandra D SS, MA, Qurrata Ayuni SH, Akmal ST, MPdI dan Dhona El Furqon SHI, MH. (*)