DIANETTE DIGUGA PENYEBAB WANITA INGGRIS MENINGGGAL – Poskota.co
Saturday, September 23

DIANETTE DIGUGA PENYEBAB WANITA INGGRIS MENINGGGAL

POSKOTA.CO – Charlotte Foster (23) dari Shropshire, Inggris, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung dan kerusakan otak akibat adanya penggumpalan darah di paru-paru (pulmonary embolism). Kasusnya menjadi perhatian publik, karena dokter gagal melihat gejala yang menurut investigasi muncul akibat efek samping campuran obat kontrasepsi bernama Dianette.

Tiga minggu sebelum Charlotte meninggal dunia pada Januari 2016, Charlotte sebetulnya sudah menemui dokter dengan keluhan nyeri dan sulit bernapas. Hanya saja saat itu dokter salah mendiagnosa dan malah memberi saran terapi untuk nyeri punggung bawah.

“Ketika saya melihat nyonya Charlotte Foster hari itu, saya tidak melihat adanya tanda masalah pernapasan atau gejala napas pendek. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda pulmonary embolism akibat trombosis vena dalam,” kata dr Simon selaku dokter yang menangani Charlotte seperti dikutip dari BBC, Jumat (29/7).

Charlotte diketahui mengonsumsi Dianette mulai Agustus 2015 untuk melawan masalah jerawat dan juga sebagai kontrasepsi. Pada akhir tahun muncul masalah nyeri dada, punggung, dan sulit bernapas namun masih belum menjadi kekhawatiran.

Ahli koroner, John Ellery, mengatakan, pada saat tersebut gejala serangan jantung dan kerusakan otak sebetulnya sudah mulai dialami oleh Charlotte.

Kasus efek samping ini menimbulkan sejumlah kekhawatiran dan Ellery berencana membawanya ke General Medical Council agar bisa diteliti lebih jauh secara medis. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.