oleh

WARGA JOGJA DAN KPK GALANG GERAKAN JUJUR BARENGAN

Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Sejumlah komunitas masyarakat di Yogyakarta bersama Komisi Pemberantasan Korupsi meluncurkan gerakan “Jujur Barengan” pada Kamis (20/5), sebagai upaya mencegah munculnya korupsi dalam berbagai bentuk.

“Karena pihak yang memiliki inisiasi ini adalah komunitas-komunitas masyarakat di Yogyakarta, maka gerakan ini pun akan diluncurkan atau dideklarasikan di Yogyakarta,” kata seorang Fungsional Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Sandre Justiana di Yogyakarta, Senin.

Meskipun gerakan “Jujur Barengan” tersebut akan diluncurkan di Kota Yogyakarta, Sandre menyebut bahwa hal tersebut tidak lantas menunjukkan tingkat korupsi atau ketidakjujuran di Yogyakarta sangat tinggi.

Ia mengatakan dalam pelaksanaan ujian nasional beberapa tahun terakhir, tingkat kejujuran di Kota Yogyakarta dinilai tertinggi di Indonesia.

“Kami dari KPK hanya menjadi pihak yang akan selalu memberikan dukungan atas gerakan ini, sekaligus berharap agar gerakan ini bisa menyasar ke aspek yang lebih luas,” katanya.

Peluncuran gerakan “Jujur Barengan” tersebut rencananya diawali dengan kirab dari Alun-Alun Utara Kota Yogyakarta menuju Kepatihan atau Kantor Gubernur DIY. Di kantor tersebut, seluruh peserta akan menyampaikan deklarasi gerakan.

Seorang lainnya Fungsional Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Dotty Rahmatiasi mengatakan gerakan tersebut sudah tercetus sejak akhir 2013.

“Pada awalnya, kami hanya akan membahas mengenai sosialisasi pencegahan korupsi berbasis keluarga. Namun ternyata, diskusinya berkembang luas dan tercetuslah gerakan tersebut,” katanya.

Ia mengatakan gerakan tersebut adalah gerakan untuk mengampanyekan dan mengajak masyarakat agar selalu mengutamakan kejujuran. “Kampanye sudah dilakukan melalui sosial media,” katanya.

Pemerintah Kota Yogyakarta pun ikut memberikan dukungan atas gerakan tersebut dengan menyiapkan tempat untuk kampanye dalam bentuk “street art” di dinding tembok Stadion Kridosono sisi timur.

“Kami sudah berkoordinasi dengan PD Anindya selaku pengelola Stadion Kridosono yang mengizinkan tembok sisi timur menjadi lokasi ‘street art’ dan mural untuk kampanye gerakan Jujur Barengan,” kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Yogyakarta Tri Hastono.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *