oleh

WANITA THAILAND KORBAN SINDIKAT NARKOBA

WANITAPOSKOTA.CO – Sekretaris Umum Gerakan Anti Narkoba (GAN)) wilayah Sumatera Utara Zulkarnaen Nasution mengatakan wanita Thailand bernama Tipan Prakusa,27, yang tertangkap membawa sabu-sabu di Bandara Kula Namu, Kabupaten Deli Serdang, merupakan korban sindikat narkoba internasional.

“Warga negara asing tersebut terlebih dahulu diiming-imingi akan mendapatkan uang cukup besar oleh bos pengedar narkoba agar mau manyeludupkan barang terlarang itu ke Indonesia,” katanya di Medan, Sabtu.

Selain itu, sindikat narkoba tersebut juga dilaporkan mengatakan kepada Tipan bahwa pemilik barang yang dibawanya tersebut telah menungggu di Indonesia, yaitu di Bandara Kuala Namu, serta agar Tipan tidak usah merasa cemas.

“Akibat bujuk rayu yang diberikan gembong pengedar narkoba kepada Tipan, maka dia terpengaruh dan melaksanakan tugas penyeludupan yang memiliki risiko cukup besar,” ucap Zulkarnaen.

Wanita warga negeri “Gajah Putih” itu kemudian bersedia memasukkan sabu-sabu tersebut ke kemaluannya serta ke dalam sol sepatu sebelah kiri dan kanan.

Namun, strategi yang digunakan warga Thailand untuk memasukkan barang haram ke Indonesia dengan berupaya mengelabui petugas keamanan di Bandara Kuala Namu itu tidak berhasil.

Strategi Tipan dapat digagalkan karena alat yang cukup canggih dan modern yang dipasang di Bandara Kuala Namu untuk memantau setiap barang yang dibawa penumpang domestik dan internasional dapat bekerja dengan baik.

“Hal ini dibuktikan dengan diamankannya warga Thailand yang mencoba memasukkan sabu-sabu melalui bandara internasional tersebut,” ujarnya.

Oleh karena itu, Zulkarnaen meminta warga-warga Indonesia yang berada di Thailand, Malaysia, maupun negara lainnya agar mereka menolak jika disuruh untuk menyeludupkan narkoba meskipun diberi upah yang cukup besar.

Pekerjaan memasok narkoba ke Indonesia ini sangat berbahaya karena pemasok akan menghadapi hukuman berat, yakni 20 tahun penjara, hukuman seumur hidup dan juga hukuman mati. “Jadi, warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, jangan mau disuruh jadi kaki tangan jaringan narkoba internasional,” kata Zulkarnaen.

Tipan Prakusa diamankan Kepolisian Daerah Sumatera Utara setelah ia mendarat di Bandar Udara Kualanamu pada Rabu (14/5).

Penumpang pesawat Air Asia QZ 123 ditangkap karena ketahuan menyimpan narkoba di dalam sepatu dan kemaluannya. Ia diamankan Petugas Bea Cukai Bandara Kualana, yang sebelumnya mencurigai Tipan membawa narkoba ketika wanita Thailand itu sedang melintasi mesin x-ray.

Ketika menjalani pemeriksaan, Tipan ditemukan membawa sabu-sabu seberat 235,6 gram sabu-sabu di dalam sepatu kanan serta 236,7 gram lainnya di sepatu kiri. Sedangkan dari daerah kemaluannya, ditemukan sabu-sabu seberat 107,3 gram.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *