oleh

Vox Point Indonesia: Membangun SDM Unggul Melalui Revisi UU Sisdiknas

POSKOTA.CO – Bersama Direktorat Pendidikan Vox Populi Institute (Vox Point) Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) online dengan tema “Membangun SDM Unggul Melalui Revisi UU Sisdiknas”. Acara ini berlangsung Jumat (8/5/2020), dengan Keynote Speaker Menkominfo Johnny G Plate.

Narasumber Sesi 1 adalah Indra Charismiadji (Direktur Pendidikan Vox Point Indonesia dan Pengamat Pendidikan), Yustinus Prastowo SE, M Hum, MA (Staf Khusus Menteri Keuangan RI), MY Esti Wijayanti (Anggota Komisi X DPR RI), dan Dr Drs Adrianus Asia Sidot MSi (Anggota Komisi X DPR RI), dengan topik bahasan “Quo Vadis Pendidikan Indonesia?”.

Kemudian Sesi II adalah Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman (Kepala SMA Taruna Nusantara Magelang), Dr Apolo Safanpo ST, MT (Rektor Universitas Cenderawasih Jayapura), Dra Mediatrix Ngantung MPd (Kepala SMAN 8 Manado), dan Prof Eko Indrajit MSc (pakar teknologi dari PGRI), dengan topik “Implementasi Revisi UU Sisdiknas”.

Acara ini akan dimoderatori oleh Dr Joseph MJ Renwarin SE, MM (Wakil Direktur Direktorat Pendidikan Vox Point Indonesia) dan Tantri Moerdopo (Wasekjen Vox Point Indonesia/Presenter TV).

Menurut Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisedjati, acara ini diselenggarakan memperingati Hardiknas 2 Mei 2020.

Menurut Handojo, ini adalah momentum yang tepat menggugah nurani kita agar peduli terhadap pendidikan nasional.

Dijelaskan Handojo, peserta seminar diharapkan bisa menagih janji pemerintah untuk memberikan layanan yang terbaik terhadap pendidikan nasional.

“Secara aktif kita ikut memberi dukungan kepada pemerintah sejauh mana upaya yang dilakukan demi membangun SDM unggul melalui revisi UU Sisdiknas,” kata Handojo dalam siaran persnya kepada POSKOTA.co, Jumat (8/5/2020).

Sementara itu selaku Direktur Direktorat Pendidikan Vox Point Indonesia Indra Charismiadji menegaskan, acara seminar ini bertujuan untuk menggugah nurani pemerintah dalam menyusun revisi UU Sisdiknas agar substansinya benar-banar masuk pada persoalan pendidikan nasional. Dan sengaja tidak mengundang pihak Kemendikbud melainkan tokoh-tokoh yang dapat memberikan masukan dan saran kepada Kemendikbud sebagai penyusun revisi UU Sisdiknas.

Indra Charismiadji menjelaskan, dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, Indonesia membutuhkan blue print (cetak biru) pendidikan. Menurut dia, hal ini merupakan fondasi dan panutan dalam penyelenggaraan pendidikan di seluruh Indonesia. Namun hingga saat ini, kata Indra, Indonesia belum memilikinya dan cetak biru tersebut harus menjadi bagian dari revisi UU Sisdiknas.

“Seperti kita mau bangun rumah harus ada cetak birunya. Mau berapa kamar atau berapa tingkat. Nah, itu yang selama ini kita enggak punya,” ujarnya.

“Sebuah angin segar bagi bangsa ini bahwa salah satu program legislasi nasional adalah revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dan diskusi ini bertujuan agar mendorong pemerintah segera bergerak melakukan revisi,” sambung Indra. (lian tambun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *