oleh

TRANPARASI JANGAN CUMA JANJI, HARUS DIPRAKTIKAN

PSK Dolly ketika melakukan demo
PSK Dolly ketika melakukan demo

POSKOTA.CO – Transparansi jangan hanya menjadi komitmen dan janji kampanye calon presiden dan calon wakil presiden, tetapi harus mulai dipraktikkan sejak masa kampanye, kata Ketua Forum Komunikasi Komisi Informasi Provinsi (Forkip) se-Indonesia Juniardi.

Juniardi di Bandarlampung, Selasa, menanggapi debat pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berlangsung di Jakarta, Senin (9/6) malam, mengingatkan, “Praktikkan transparansi sejak mencalonkan diri.

Buka informasi anggaran dana kampanye, buka biodata pribadi dan rekam jejak.” Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung itu mengapresiasi pernyataan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang sama-sama berkomitmen terhadap trasparansi anggaran, trasparansi penempatan sumber daya manusia, dan sebagainya.

Namun saat ini, menurut dia, ketaatan parpol terhadap Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) masih sangat kurang.

“Dorong partai-partai yang tergabung dalam koalisi untuk transparan agar dapat menjalankan UU KIP secara benar dan maksimal sehingga transparansi menjadi ruh dari seluruh tim, tidak hanya sebatas komitmen,” katanya lagi.

Dia berharap presiden mendatang dapat memimpin gerakan keterbukaan informasi hingga ke pelosok.

Juniardi menegaskan bahwa transparansi merupakan cara efektif dalam mencegah korupsi yang sudah mengakar di negeri ini sehingga banyak kepala daerah dan para pejabat maupun tokoh dan elite politik yang sudah diproses secara hukum.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *